BANJARMASINPOST.CO.ID - Dakwah memang tidak harus selalu dengan ceramah, Ustadz Hadi Purwanto berdakwah melalui kemampuan dan bakatnya dalam seni tulis kaligrafi.
Sebagai seorang kaligrafer, Hadi sudah banyak menorehkan cat dan tintanya untuk menunjukkan keindahan ayat-ayat Allah baik di perkantoran, masjid, langgar maupun musalla.
Apa yang menginspiransi Ustadz hadi berdakwah lewat Kaligrafi?
Dakwah adalah salah satu perbuatan untuk mempertahankan dan menyebarkan nilai-nilai Agama Islam untuk semua Kalangan.
Berbagai macam dakwah dapat dilakukan semua orang sesuai kemampuan dan latar belakangnya masing-masing.
Dirinya memilih dakwah melalui seni kaligrafi, karena itu hobi saya sejak sekolah di pondok pesantren.
Baca juga: Endorsement Pakai Model LGBT, PCNU Banjar Tegaskan Hukumnya Haram
Baca juga: Bahas TKA hingga MBG di Satuan Pendidikan, Konsolidasi Daerah Digelar BPMP Kalsel
Ada dua tujuan yang dirinya inginkan. Pertama, untuk menjaga Al-Qur’an. Kalau seorang hafiz Al- Qur’an menjaga Al-Qur’an dengan hapalan, maka bagi kami sebagai kaligrafer (penulis kaligrafi menjaga Al-Qur’an dengan mempertahankan tulisan Arab dengan keindahan dan ketepatannya.
Kedua, dengan dakwah melalui kaligrafi ini dapat memberikan keindahan bagi semua kalangan, mengingat kaligrafi adalah art of Islamic art atau kaligrafi adalah seni dari seni Islam.
Bagi dirinya, menulis kaligrafi adalah salah satu tugas mulia, dengan tulisan kaligrafi kita mampu menjaga Al-Qur’an dari segi kebenaran tulisan dan keindahannya.
Dirinya mengingatkan, bisa melihat para sahabat Rasulullah, semua ahli menulis.
Bahkan bila melihat perkembangan Islam di Kalimantan, Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan adalah seorang kaligrafer luar biasa, kita bisa melihat hasil tulisan beliau pada mushaf Al-Qur’an yang pernah beliau tulis.
Dari menulis kaligrafi ini ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan yaitu melatih kreativitas, berlatih teliti dan memperkuat daya ingat atau hapalan.
Baca juga: Stok Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran, Disdag Kalsel Imbau Warga Tak Panic Buying
Ustadz Hadi Purwanto juga menambahkan, satu di antara motivasi dalam berdakwah melalui seni kaligrafi, ayat yang pertama diturunkan Allah Subhannahu Wa Ta’ala adalah tentang membaca dan menulis. Jadi Menulis memiliki kedudukan yang sama dengan perintah membaca.
Dan satu di antara manfaat yang dirinya rasakan saat ini adalah bisa membaca Al-Qur’an dengan mudah karena jasa para penulis-penulis kaligrafi sejak zaman dahulu yang selelui menyempurnakan tulisan kaligrafi tersebut.
Maka dari itu sangat penting bagi kami untuk menyebarluaskan tulisan seni kaligrafi ini selain untuk menjaga tulisan Al-Qur’an juga menjadi nilai seni Islam itu sendiri.
Maka di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat tentang menulis, satu di antaranya adalah dalam surah Al-Alaq ayat 4 dan 5 yang berbunyi “Yang mengajar (manusia) dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Selain ayat-ayat Al-Qur’an, ada beberapa hadis juga yang salah satunya berbuyi “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR at-Thabarani).
Selain ayat dan hadis di atas ada satu kata sahabat yaitu Sayyidina Ali yang sangat menginspirasi kami dalam mengembangkan kaligrafi yaitu; “Baguskanlah tulisanmu karena ia termasuk kunci rezeki.”
Baca juga: Safari Ramadhan Sambangi Masjid di Awayan, Wabup Serahkan Bantuan Al Quran untuk Pengurus
Lalu bagaimana menyikapi perkembangan teknologi dan zaman saat ini?
Bagi dirinya, perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri, saat ini berkembang dalam semua lini. Satu di antaranya perkembangan tulis menulis.
Namun di tengah gempuran teknologi, seni kaligrafi masih bertahan, karena sebuah keindahan hanya dapat dibuat dengan rasa dan seni yang tinggi.
Menyikapi perkembangan teknologi, juga wajib andil di dalamnya, seperti saat ini kaligrafi dapat diwujudkan dalam kaligrafi digital yang sudah dikembangkan bahkan diperlombakan di Indonesia.
Ustadz Hadi Purwanto juga mengingatkan media dakwah sangat luas dan beragam, maka dari itu berpesan untuk generasi muda, gali semua potensi yang ada pada diri kalian.
Dengan potensi yang kalian miliki akan bisa membawa kalian berdakwah melalui kemampuan dan kompetensi masing-masing. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)