Renungan Harian Katolik Jumat 27 Februari 2026, Berdamailah dengan Saudaramu
Gordy Donovan February 27, 2026 07:47 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 27 Februari 2026.

Tema renungan harian Katolik “berdamailah dengan saudaramu”.

Renungan harian Katolik untuk hari Jumat pekan I Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman, Santo Leander, Uskup, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Jumat 27 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Jalan Salib Jumat 27 Februari 2026 Lengkap 14 Doa Perhentian

Bacaan Pertama Yehezkiel 18:21-28

"Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan supaya ia hidup?"

Beginilah Tuhan Allah berfirman, "Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? firman Tuhan Allah.

Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik, apa ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukan tidak akan diingat-ingat lagi.

Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang itdak tepat.Studi Kitab Tuhan

Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.

Ia insyaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil Yehezkiel 18:31
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Buanglah daripada-Mu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil Matius 5:20-26

"Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu."Studi Kitab Tuhan

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Berdamailah dengan saudaramu”


Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua.  Dalam perjalanan hidup, kita sering kali dihadapkan pada konflik dan perbedaan dengan orang lain. Bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya rekonsiliasi dan hubungan yang harmonis, baik dengan Tuhan maupun sesama. Melalui firman-Nya, kita diajak untuk merenungkan bagaimana tindakan dan sikap kita mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain.

Saudari/a terkasih 

Yehezekiel dalam bacaan pertama ini (Yeh. 18:21-28), menggambarkan tentang Allah yang menyatakan bahwa pertobatan dan perubahan hati adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan. Jika seorang berdosa bertobat dari perbuatan jahatnya, ia akan hidup. Ini menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka, serta ada harapan bagi setiap orang untuk kembali kepada Allah. Sedangkan dalam bacaan Injil (Mat. 5:20-26) Yesus mengingatkan kita bahwa hanya dengan kebaikan dan keadilan lebih dari sekadar menjalani hukum, kita dapat meraih kehidupan yang sejati. Ketika kita tersinggung atau bermusuhan, kita dipanggil untuk mencari perdamaian terlebih dahulu sebelum mempersembahkan persembahan kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa hubungan kita dengan saudara seiman sangat penting dalam penghidupan iman kita.  Untuk itu refleksi atas permenungan kita adalah tentang “Pertobatan dan Rekonsiliasi”: Apakah kita telah mengakui kesalahan dan berani untuk bertobat? Dalam situasi-situasi di mana kita terlibat konflik, apa langkah pertama yang bisa kita ambil untuk memperbaiki hubungan tersebut? Ataukah kita lari saja dari konflik yang kita alami?

“Nilai Peredaan dalam Iman”: Bagaimana sikap dan tindakan kita mencerminkan integritas iman kita? Seberapa pentingkah kita mendalami nilai perdamaian dan pengampunan dalam interaksi sehari-hari kita? Ataukah kita masih tetap hidup dengan ego kita yang membuat kita sulit untuk berdamai atau mengampuni? “Mengutamakan Hubungan dengan Sesama”: Apakah kita menganggap hubungan dengan saudara seiman lebih penting dibandingkan tradisi atau ritual agama? Bagaimana kita dapat lebih sadar akan peran kita dalam menciptakan harmoni di antara sesama? Apakah kita menjadi orang yang siap menciptakan harmoni atau bahkan jadi pencipta konflik?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:   marilah kita menyadari bahwa rekonsiliasi adalah panggilan Allah bagi kita. Dalam setiap langkah menuju perdamaian, kita membuat hidup ini lebih berarti dan berharga. Kedua, semoga kita selalu siap untuk berdamai dengan sesama, memperbaiki hubungan, dan bertobat dari kesalahan kita. Ketiga, dengan demikian, kita menjalani kehidupan yang diinginkan Allah dan menjadi alat kasih-Nya di dunia ini. Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.