TRIBUNJATIM.COM - Pencurian uang Rp 16 juta di sebuah toko sembako sempat viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi di toko sembako di Jalan Pasar V Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Terbaru, polisi berhasil menangkap salah satu pelaku pencurian tersebut.
Pelaku diketahui bernama Hermansyah (37), warga Jalan Perintis I, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Baca juga: Berboncengan dan Pakai Jas Hujan, Komplotan Maling Curi Motor Karyawati Kafe di Surabaya
Ia diringkus tim gabungan setelah aksi nekatnya membobol laci toko terekam jelas oleh kamera CCTV.
"Benar pelaku sudah ditangkap semalam. Dia mengakui beraksi bersama temannya," kata Panit I Timsus JCS Polrestabes Medan, Ipda Wahyudi Surya Putra, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026), melansir dari Kompas.com.
Dalam pemeriksaan awal, Hermansyah mengaku melancarkan aksinya bersama seorang rekan yang baru saja ia kenal.
Mirisnya, uang hasil kejahatan yang jumlahnya mencapai belasan juta rupiah itu diklaim telah habis digunakan untuk keperluan pribadi yang bersifat konsumtif.
"Pengakuannya, uang itu dipakai untuk membeli pakaian," sebut Wahyudi.
Saat ini, Hermansyah telah mendekam di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, polisi masih memburu satu pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi.
Aksi pencurian ini sebelumnya menjadi perbincangan hangat setelah video rekaman CCTV beredar luas.
Dalam video tersebut, tampak dua pria berpakaian serba hitam masuk ke dalam toko dengan tenang, menguras isi laci, lalu kabur melarikan diri.
Pemilik toko, Rezeki Maulidin (28), menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/1/2026) dini hari.
Saat kejadian, ia sedang tertidur pulas setelah menonton televisi di ruang tengah rumahnya yang menyatu dengan toko.
“Aku baru sadar waktu mau ke pasar jam 3 pagi. Saya lihat laci sudah kosong. Ludes semua,” ujar Rezeki saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku merusak gembok pintu toko menggunakan alat khusus.
Meskipun banyak barang dagangan di lokasi, para pelaku hanya fokus mengincar uang tunai di dalam laci.
“Ada uang sekitar Rp 16.000.000 hilang. Kalau barang-barang tak ada,” ucap Rezeki yang mengaku baru kali ini menjadi korban pencurian sejak mengelola toko tersebut.
Dua orang pria misterius yang salah satunya memakai jas hujan terekam CCTV mencuri motor diparkiran sebuah kafe kawasan Jalan Sulawesi, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, pada Senin (23/2/2026).
Berdasarkan video CCTV berdurasi 4 menit 42 detik yang diterima TribunJatim.com, dua orang pelaku tampak berboncengan motor jenis matik mendekati parkiran kafe tersebut.
Kemudian, salah satu pelaku; si eksekutor yang tampak memakai jas hujan berjalan mengendap-endap menyusuri parkiran lalu mendekati salah satu motor.
Lalu, si pelaku menjebol lubang kunci kontak motor dan membawanya kabur. Ternyata, aksinya itu, cuma membutuhkan waktu tak lebih dari 20 detik.
Ternyata, motor yang dicuri oleh komplotan pelaku tersebut, merupakan Motor Honda Scoopy tahun 2020 warna merah hitam bernopol L-4559-KN milik karyawati kafe berinisial EED (23).
Korban EED menceritakan, dirinya baru menyadari motor hilang saat hendak pulang bekerja. Ia memang merupakan karyawati di kafe tersebut. Dan baru bekerja di sana selama kurun waktu setahun.
Saat sedang mempersiapkan penutupan kafe pada hari itu, salah satu pegawai kebersihan, bergumam bahwa parkiran depan kafe terpantau sepi.
Baca juga: Bulan Ramadan, Maling Motor di Wringinanom di Gresik Kambuh, Motor Teman Jadi Sasaran
Pernyataan tersebut terbilang aneh bagi Korban EED, karena dirinya setiap bekerja selalu membawa motor.
Saat hendak memastikan keberadaan motor di parkiran depan. Bak 'tersambar petir di siang bolong', ternyata motornya sudah hilang tanpa jejak.
"Saya keluar memastikan, ternyata benar motor saya sudah tidak ada. Kondisi di luar cukup gelap karena lampu toko sebelah, yaitu butik sudah dimatikan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Rabu (25/2/2026).
Korban EED berinisiatif memeriksa rekaman CCTV di parkiran tersebut. Ternyata, motornya dicuri oleh dua orang pria misterius yang beraksi sekitar pukul 21.49 WIB.
Satu orang pelaku berperan sebagai joki motor sarana aksi. Lalu satu orang lainnya berperan sebagai eksekutor pencurian.
Ia menduga, para pelaku merupakan spesialis curanmor, karena motor tersebut sudah dalam keadaan dikunci setir.
"Seingat saya, sepeda motor dalam kondisi sudah dikunci setir. Namun, alarm motor belum saya nyalakan," terangnya.
Baca juga: Ziarah ke Makam Orang Tua, Rumah Warga Gresik Dibobol Maling, Perhiasan 100 Gram Lebih Raib Dicuri
Akibat insiden pencurian tersebut, Korban EED mengalami kerugian kisaran Rp15 juta. Namun, kejadian itu sudah dilaporkan ke markas kepolisian setempat. Dan, ia berharap para pelaku dapat segera ditangkap.
"Sudah dilakukan laporan kehilangan di Polsek Wonokromo. Petugas kepolisian sudah melakukan olah TKP dengan mengecek lokasi kejadian, meminta keterangan, serta meninjau rekaman CCTV," ungkapnya.
Mengenai riwayat kejadian pencurian motor serupa di lokasi kafe tersebut. Korban EED mengungkapkan, selama dirinya bekerja di lokasi tersebut, belum pernah terjadi aksi pencurian kendaraan bermotor sebelumnya.
"Namun, pernah terjadi satu kali pencurian helm, di mana saya dan rekan kerja menjadi korban," pungkasnya.