Puasa sebagai Sarana Membentuk Akhlak Mulia di Bulan Ramadan
Arie Noer Rachmawati February 27, 2026 08:14 AM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pipit Maulidiya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puasa Ramadan adalah satu cara bagaimana membentuk akhlak, mendidik akhlak agar menjadi akhlak yang mulia.

Kenapa puasa bisa membentuk akhlak yang mulia?

Karena akhlak itu terlihat dari apa yang dilakukan setiap hari.

Akhlak tercermin dalam sikap dan tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Farobi Agrom dari Lembaga Bahtsul Masail PCNU Surabaya menjelaskan, jika yang dipilih dan lakukan adalah hal-hal yang baik, maka yang tampak dalam diri adalah akhlak yang baik. 

Sebaliknya, jika yang dilakukan adalah hal-hal yang buruk, maka yang terlihat juga akhlak yang buruk.

"Jadi, akhlak sebenarnya terbentuk dari kebiasaan kita dalam memilih dan melakukan kebaikan setiap hari," jelasnya, Kamis (27/2/2026).

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam diutus untuk menyempurnakan akhlak, innama buustu liutammima makarimal akhlak.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh para sahabat, "Ya Rasul, ada seseorang yang ibadahnya itu baik, salatnya itu baik, puasanya itu baik, tetapi dia sering menyakiti hati keluarganya, dia sering menyakiti hati tetangganya, dia sering menyakiti teman-temannya'. Apa yang dijawab oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Hua finnar."

Orang yang seperti itu terancam untuk masuk ke dalam api neraka, nauzdubillah.

Baca juga: Ibu Menyusui Ingin Puasa? Simak Penjelasan Dokter soal Produksi ASI

Baca juga: Menghirup Asap Bakar Sate saat Puasa, Membatalkan atau Tidak? ini Penjelasan Ulama

Puasa Membentuk Akhlak Mulia

"Puasa yang kita laksanakan pada hari ini adalah untuk membentuk perilaku kita, untuk mendidik akhlak kita, bagaimana akhlak kita menjadi akhlak yang mulia," terangnya.

Karena akhlak di dalam umat Islam, di dalam agama Islam adalah suatu hal yang sentral, maka menurut pakar mengatakan 30 hari adalah waktu yang cukup untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan.

"Kalau sebelum bulan puasa perilaku kita buruk, akhlak kita buruk, maka dengan adanya puasa ini kebiasaan-kebiasaan buruk itu mari kita ganti dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, kebiasaan-kebiasaan yang tidak melanggar aturan-aturan syariat Islam," jelasnya.

"Sering kita lihat, sering kita dengar di media sosial. Banyak para pemuda, banyak para remaja yang seringkali bertengkar, yang sering kali membantah orang tuanya, yang seringkali membantah guru-gurunya. Karena apa? Karena akhlaknya tidak terbentuk. Karena apa? Karena perilakunya tidak terbentuk," tambahnya.

Maka dari itu, di bulan puasa ini mari bentuk kebiasaan-kebiasaan buruk ganti dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.