TRIBUNBEKASI.COM, KEBAYORAN BARU- Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi penumpang gelap dalam aksi unjuk rasa BEM Universitas Indonesia di depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut penyekatan melibatkan 13 polres jajaran dan komponen masyarakat sebagai bagian dari skema pengamanan.
Penyekatan dilakukan untuk mencegah keterlibatan pelajar SMA/SMK dan pihak lain yang berpotensi menyusupi aksi. Polisi juga mengimbau agar demonstrasi hanya diikuti mahasiswa tanpa ditunggangi kelompok tertentu.
“Kehadiran pihak di luar massa aksi kerap memicu kericuhan dan mencederai substansi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang,” ujar Kombes Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya menurunkan 3.039 personel dan melibatkan tambahan dari polres jajaran sehingga total ada 3.992 personel. Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Demo BEM UI menyoroti kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, AT (14), yang diduga dianiaya anggota Brimob Bripda Mesias Siahaya (MS).
Baca juga: Polri Sekat Lokasi Demo Mahasiswa UI di Mabes Polri demi Cegah Penyusup
Baca juga: 300 Mahasiswa Gelar Demo Sore Ini di Mabes Polri, 3.093 Personel Disiagakan, Awas Terjebak Macet