TRIBUNMANADO.CO.ID- Pemerintah Indonesia peduli terhadap pengembangan pendidikan warga negaranya.
Perhatian tersebut diberikan berupa beasiswa.
Ada banyak program beasiswa yang dibuka oleh pemerintah saat ini.
Baca juga: Sosok Charlivo Mikaichi Dungus, Pemuda asal Minut yang Terima Beasiswa Kuliah di Luar Negeri
Termasuk yang sedang ramai dibicarakan beasiswa LPDP.
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mungkin lebih familiar dan banyak diminati calon mahasiswa ke luar negeri.
Tetapi Indonesia juga punya banyak beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri.
Sama dengan LPDP, beasiswa dari pemerintah ini juga mendanai biaya studi atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa.
Bahkan banyak perguruan tinggi tujuan dengan beragam program studi terbaik di dunia.
Seluruh beasiswa ini terbuka bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga Sulawesi Utara.
Termasuk pegawai kementerian, TNI, Polisi, dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) aktif.
Sehingga bila saat ini kamu tak mendaftarkan diri ke LPDP, bisa memilih beberapa beasiswa ini sebagai alternatif.
Ada beasiswa yang sudah dibuka tahun ini dan ada yang belum dibuka.
Jadi, pastikan calon pendaftar terus mengikuti informasi terbaru dari masing-masing situs atau media sosial resmi beasiswa.
4 beasiswa S2/S3 pemerintah bisa kuliah ke luar negeri
1. Beasiswa Unggulan
Beasiswa ini dibuka bagi masyarakat berprestasi termasuk penyandang disabilitas. Serta ada beasiswa bagi pegawai Kemendikdasmen.
Beasiswa ini membiayai calon mahasiswa S1-S3 dengan tujuan kampus dalam negeri dan luar negeri.
Persyaratan umum:
2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
BIB merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora.
Beasiswa ini menawarkan pembiayaan penuh (fully funded) bagi calon mahasiswa jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Baik untuk studi di dalam maupun luar negeri.
Program ini terbuka bagi masyarakat umum termasuk santri, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai di lingkungan Kemenag.
Lalu apa saja syarat dan proses seleksinya? Berikut detikKalimantan sajikan informasi lengkap yang dihimpun dari website resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 menyediakan beberapa skema beasiswa, antara lain:
Beasiswa Umum
Ditujukan bagi keluarga besar Kemenag, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, ustaz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag.
Beasiswa Prestasi
Diperuntukkan bagi calon pendaftar yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik, seperti tahfiz Al-Qur'an dan juara olimpiade tingkat nasional maupun internasional.
Beasiswa Targeted
Merupakan beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).
Persyaratan umum
3. Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah untuk mahasiswa aktif asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania.
Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dan terbuka juga untuk S2, dengan pembiayaan living cost sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.
Persyaratan umum:
4. Beasiswa Komdigi
Beasiswa Kominfo atau kini Komdigi terakhir kali dibuka tahun 2024. Saat itu ada beasiswa ke luar negeri yang dibuka bersama Chevening.
Termasuk beberapa mitra perguruan tinggi luar negeri lainnya. Namun pada tahun 2025, Komdigi mengumumkan beasiswa ini tidak dibuka.
Belum ada informasi lebih mendetail apakah tahun 2026 beasiswa ini permanen ditutup atau ada kesempatan dibuka kembali. (KOMPAS)