Daftar 4 Beasiswa S1 hingga S3 Pemerintah Selain LPDP, Bisa Kuliah ke Luar Negeri
Alpen Martinus February 27, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pemerintah Indonesia peduli terhadap pengembangan pendidikan warga negaranya.

Perhatian tersebut diberikan berupa beasiswa.

Ada banyak program beasiswa yang dibuka oleh pemerintah saat ini.

Baca juga: Sosok Charlivo Mikaichi Dungus, Pemuda asal Minut yang Terima Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Termasuk yang sedang ramai dibicarakan beasiswa LPDP.

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mungkin lebih familiar dan banyak diminati calon mahasiswa ke luar negeri.

Tetapi Indonesia juga punya banyak beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri.

Sama dengan LPDP, beasiswa dari pemerintah ini juga mendanai biaya studi atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa.

Bahkan banyak perguruan tinggi tujuan dengan beragam program studi terbaik di dunia.

Seluruh beasiswa ini terbuka bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga Sulawesi Utara.

Termasuk pegawai kementerian, TNI, Polisi, dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) aktif.

Sehingga bila saat ini kamu tak mendaftarkan diri ke LPDP, bisa memilih beberapa beasiswa ini sebagai alternatif.

Ada beasiswa yang sudah dibuka tahun ini dan ada yang belum dibuka.

Jadi, pastikan calon pendaftar terus mengikuti informasi terbaru dari masing-masing situs atau media sosial resmi beasiswa.

4 beasiswa S2/S3 pemerintah bisa kuliah ke luar negeri

1. Beasiswa Unggulan
Beasiswa ini dibuka bagi masyarakat berprestasi termasuk penyandang disabilitas. Serta ada beasiswa bagi pegawai Kemendikdasmen.

Beasiswa ini membiayai calon mahasiswa S1-S3 dengan tujuan kampus dalam negeri dan luar negeri.

Persyaratan umum:

  1. Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait;
  2. Tidak sedang menerima beasiswa yang sejenis dari sumber lain;
  3. Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama;
  4. Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi paling rendah B/Baik Sekali dan pada program studi terakreditasi atau di Perguruan Tinggi (PT) di luar negeri yang diakui oleh
  5. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
  6. Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, dan pelaku budaya;
  7. Beasiswa diutamakan untuk kelas regular;
  8. Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional.

2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
BIB merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora.

Beasiswa ini menawarkan pembiayaan penuh (fully funded) bagi calon mahasiswa jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Baik untuk studi di dalam maupun luar negeri.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum termasuk santri, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai di lingkungan Kemenag.

Lalu apa saja syarat dan proses seleksinya? Berikut detikKalimantan sajikan informasi lengkap yang dihimpun dari website resmi beasiswa.kemenag.go.id.

Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 menyediakan beberapa skema beasiswa, antara lain:

Beasiswa Umum

Ditujukan bagi keluarga besar Kemenag, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, ustaz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag.
Beasiswa Prestasi

Diperuntukkan bagi calon pendaftar yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik, seperti tahfiz Al-Qur'an dan juara olimpiade tingkat nasional maupun internasional.

Beasiswa Targeted

Merupakan beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

Persyaratan umum

  1. Berusia maksimal 40 tahun untuk pelamar S2 dan 45 tahun untuk pelamar S3.
  2. Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus.
  3. Bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI.
  4. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau kemampuan bahasa Arab yang dibuktikan dengan sertifikat TOAFL.
  5. Melengkapi persyaratan administrasi lainnya.

 3. Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah untuk mahasiswa aktif asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dan terbuka juga untuk S2, dengan pembiayaan living cost sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.

Persyaratan umum:

  1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
  2. Muslim/Muslimah.
  3. Laki-laki/Perempuan.
  4. Terbuka untuk seluruh mahasiswa aktif tingkat 1–4 atau semester 1–8 dibuktikan dengan surat keterangan aktif atau kartu tanda mahasiswa yang masih berlaku.
  5. Diutamakan jenjang S1 dan terbuka jenjang S2.
  6. Tidak sedang menerima beasiswa.
  7. Tidak menikah dan bersedia tidak menikah selama mendapatkan beasiswa.
  8. Berprestasi baik secara akademik maupun non akademik.
  9. Memiliki hafalan Al-Qur’an.
  10. Melampirkan ijazah SMA/pendidikan terakhir.
  11. Melampirkan transkrip nilai terakhir.
  12. Mendapat rekomendasi dari tokoh masyarakat (format terlampir).
  13. Surat Pernyataan (format terlampir).
  14. Membuat esai “Kuliah di Timur Tengah dan Kontribusi Pasca Lulus” (cek ketentuan esai).
  15. Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa.
  16. Melengkapi seluruh dokumen persyaratan sesuai ketentuan.

4. Beasiswa Komdigi
Beasiswa Kominfo atau kini Komdigi terakhir kali dibuka tahun 2024. Saat itu ada beasiswa ke luar negeri yang dibuka bersama Chevening.

Termasuk beberapa mitra perguruan tinggi luar negeri lainnya. Namun pada tahun 2025, Komdigi mengumumkan beasiswa ini tidak dibuka.

Belum ada informasi lebih mendetail apakah tahun 2026 beasiswa ini permanen ditutup atau ada kesempatan dibuka kembali. (KOMPAS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.