Tak Bisa Paksakan Terima MBG, BGN Persilakan Sekolah Mundur dari Program Makan Bergizi Gratis
M.Risman Noor February 27, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kisruh seputar Makanan Bergizi Gratis (MBG) kerap terjadi.

Mulai kasus keracunan hingga makanan diberikan tak sesuai dengan harapan.

Apalagi memasuki Ramadhan, MBG yang disalurkan dalam bentuk MBG kering.

Bahkan ada pula sekolah yang meminta MBG dihentikan, seperti yang terjadi di SMP Telkom Purwokerto.

Baca juga: H-7 Lebaran Diprediksi Penumpang Meningkat, ASDP Batulicin Siapkan Skenario Libas Antrean Pemudik

Baca juga: Dulu Mutilasi Selingkuhan, Kini Nasrun Bunuh Istri Lalu Potong Mayatnya, Sakit Hati Sering Dihina

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini merespons adanya penghentian operasional MBG atas permintaan sekolah.

Alasan pemberhentian operasional MBG di sekolah diantaranya karena menu yang tidak sesuai dengan selera anak-anak dan berujung MBG tidak habis atau tidak diambil siswa seperti yang terjadi di SMP Telkom Purwokerto.

Mantan wartawan senior ini menjelaskan, sebelum pelaksanaan MBG, SPPG menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat, jika mau menerima MBG, mereka dipersilakan mengajukannya.

Jika di tengah pelaksanaan ada permintaan berhenti maka hal itu tidak menjadi persoalan.

"Kalau ada sekolah yg tidak mau menerima, kami BGN tidak memaksa," ujar dia saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (26/2).

BGN menyadari untuk perbaikan gizi siswa perlu konsistensi.

Baca juga: Tutup Manhole Gorong-gorong di Banjarmasin Kerap Dicuri, Dinas PUPR bakal Kaji Material Alternatif

Pihak terbukanya atas saran dan kritik agar pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan.

Dalam keterangan sebelumnya, Nanik menegaskan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG.

Pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia kekurangan gizi.

Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

“Ka SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” kata Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksana Program MBG yang melibatkan 17 Kementerian dan Lembaga itu.

Baca juga: Keluhkan Warga Kerap Buang Sampah di Rumah Pilah Kuin Utara Banjarmasin, Ini Harapan Petugas

 Wabup HST Minta Tak Gunakan Telur
 

Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Gusti Rosyadi Elmi, meminta agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tidak menggunakan telur sebagai lauk utama, Kamis, (26/02/2026). 

Ia menegaskan, khusus selama bulan puasa, telur ditiadakan dari seluruh menu MBG dan diganti dengan variasi lauk lainnya agar tidak hanya telur yang disajikan setiap hari.

Menu diminta lebih beragam dengan tetap memperhatikan nilai gizi bagi para penerima manfaat.

Wabup juga mengingatkan, apabila tetap memaksakan penggunaan telur, maka operasional SPPG bisa saja diliburkan sementara.

“Telur ini salah satu penyumbang inflasi. Jadi selama puasa jangan pakai telur dulu di menu MBG,” tegasnya.

Baca juga: Geluti Budidaya Ikan Cupang Sejak 2001 di Banjarbaru, Haris Akui Hobi Ini Hasilkan Cuan

Selain itu, Wabup meminta seluruh SPPG agar berbelanja bahan baku di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kestabilan pasokan sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat lokal.

“Kita ingin program ini tetap berjalan baik dan juga memberi dampak bagi masyarakat daerah sendiri,” ujarnya.

Ia pun meminta pengelola SPPG untuk lebih kreatif dalam menyusun menu alternatif yang tetap memenuhi standar gizi.

Variasi lauk seperti ikan, ayam, tahu, tempe, maupun sumber protein lainnya dapat menjadi pilihan selama bulan puasa.

Wabup berharap kebijakan ini dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan lancar, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi para penerima.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene/tribunnews.com)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.