POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK — Bertepatan dengan hari kedua bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Barat menggelar sosialisasi mekanisme pemasangan baru listrik dan edukasi keselamatan penggunaan listrik bagi masyarakat Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (19/02).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Umbu Pabal ini merupakan bagian dari program Listrik Dusun (LISDUS) yang bertujuan menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok Pulau Sumba.
Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa Umbu Pabal beserta perangkat desa dan puluhan warga setempat.
Dalam kegiatan tersebut, tim PLN ULP Sumba Barat memberikan penjelasan mengenai prosedur dan persyaratan pemasangan baru listrik, mulai dari proses pengajuan, persyaratan administrasi, hingga tahap penyalaan.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya listrik dan langkah pencegahannya agar pemanfaatan listrik dapat dilakukan secara aman dan bijak.
Program LISDUS di Desa Umbu Pabal memiliki makna khusus karena hadir di tengah bulan suci Ramadan.
Dengan adanya listrik, masyarakat dapat menjalankan ibadah sahur dan tarawih dengan lebih nyaman, anak-anak dapat belajar di malam hari tanpa bergantung pada pelita, serta kegiatan ekonomi rumah tangga dan usaha kecil masyarakat dapat berjalan lebih produktif. Masyarakat Desa Umbu Pabal menyambut kegiatan ini dengan antusias.
Partisipasi aktif terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana warga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme pelayanan, biaya pemasangan, serta tips menggunakan listrik dengan hemat dan aman.
Kepala Desa Umbu Pabal, Gerson Umbu Gaja menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat memahami prosedur pemasangan listrik yang benar serta pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik.
Baca juga: PLN Gelar Sosialisasi Tanggap Darurat dan Simulasi Keselamatan Kerja di PLTP Ulumbu
"Kami berterima kasih kepada PLN ULP Sumba Barat yang telah memberikan sosialisasi ini. Dengan adanya penjelasan langsung kepada masyarakat, kami berharap proses pemasangan listrik dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat menggunakan listrik dengan aman dan bijak, terutama di bulan Ramadan ini," ungkap Gerson.
Gerson juga menambahkan kehadiran listrik di desanya akan sangat membantu warga menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk, karena selama ini masyarakat hanya mengandalkan pelita dan lilin untuk penerangan di malam hari.
Manager ULP Sumba Barat, Medias Kristo, menegaskan bahwa pembangunan LISDUS di Desa Umbu Pabal merupakan komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil di Pulau Sumba.
Ia menekankan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar pemanfaatan listrik dapat dilakukan secara tertib, aman, dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin memastikan masyarakat memahami prosedur pemasangan baru secara benar dan aman. Di bulan Ramadan ini, PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat segera menikmati manfaat listrik untuk mendukung aktivitas ibadah maupun kegiatan produktif lainnya," ujar Medias Kristo.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan hadirnya listrik di desa-desa terpencil seperti Desa Umbu Pabal merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghadirkan layanan dasar hingga ke wilayah terluar.
Momentum Ramadan, menurutnya, menjadi pengingat bahwa PLN harus terus bekerja keras melayani seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
"Masuknya aliran listrik ke Desa Umbu Pabal menandai komitmen negara dalam menghadirkan layanan dasar hingga wilayah terluar. Di bulan Ramadan ini, kami ingin memastikan masyarakat NTT, termasuk di pelosok Sumba, dapat merasakan manfaat listrik untuk menunjang ibadah, pendidikan, dan perekonomian. PLN hadir untuk menerangi kehidupan dan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegas Eko.
Ia menambahkan PLN UIW NTT menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,99 persen di seluruh desa di Provinsi NTT pada 2028, dan program LISDUS di Desa Umbu Pabal menjadi bagian penting dari pencapaian target tersebut.
Kegiatan sosialisasi LISDUS di Desa Umbu Pabal menegaskan komitmen PLN dalam membangun Indonesia dari pinggiran.
Hadirnya listrik bukan sekadar menyalakan lampu, melainkan membuka akses terhadap pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang memadai, serta peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Di tengah semangat Ramadan 1447 Hijriah, PLN terus memperkuat kesiapan sistem kelistrikan secara nasional.
Sebanyak 69 ribu personel dan 3.403 posko siaga disiapkan selama periode Siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 13–28 Maret 2026 untuk memastikan pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTT.
Program pemerataan listrik seperti LISDUS ini merupakan bukti nyata bahwa PLN hadir untuk negeri — menerangi kehidupan, menggerakkan ekonomi, dan menyatukan harapan masyarakat hingga ke pelosok Nusantara. (*)