TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, S.H., M.M selaku Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana alam bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo kembali meninjau normalisasi sungai yang berada di wilayah Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026).
Dalam kunjungan di wilayah Tapanuli Tengah, mereka juga meninjau progres pembangunan tanggul dan Sabodam untuk mencegah banjir berulang yang membawa bencana masyarakat sekitar kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Letjen Richard mengatakan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan kontruksi, rehabiltasi penanganan dan pemulihan infrastruktur serta penyelesaian pembangunan huntara sekaligus memastikan kesiapan layanan dasar sebelum ditempati warga terdampak bencana.
Menurutnya, kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen TNI bersama dalam memastikan percepatan penanganan berjalan terpadu.
Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor agar penanganan bencana dan perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“TNI Hadir bersama seluruh komponen dalam tahapan penanganan, mulai dari tanggap darurat, masa transisi darurat ke pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Dukungan tersebut mencakup evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar guna mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat,” kata Letjen Richard ditulis, Jumat (27/2/2026).
Pada kunjungan kerja tersebut melanjutkan peninjauan ke Jembatan Lubuk Ampolu Badiri, dan melanjutkan peninjauan ke Huntara Asrama Haji di Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinang Sori, Tapanuli Tengah.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan pemulihan wilayah terdampak bencana di tiga provinsi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dapat diselesaikan pada 2029 mendatang.
Dody menegaskan, Kementerian PU akan mengerjakan normalisasi sungai dimulai dari hulu di semua sungai besar yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Kalau hitungan kami di tiga provinsi kira-kira bisa 4 tahun. Tapi khusus Kecamatan Tukka, Tapteng, terutama yang di sini, saya minta 2026 selesai," ujarnya.
Dirinya mengatakan Kementerian PU akan mempercepat pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka untuk meminimalisasi banjir dari Sungai Aek Sigalagala dan Aek Harsa yang ada di wilayah tersebut.
"Supaya masyarakat yang di sini paling tidak yang ada di kanan-kiri ini enggak kebanjiran lagi, kira-kira begitu. Itu yang tugas utama," katanya.
Menurut Dody, kendati mengutamakan perbaikan di Kecamatan Tukka sebagai wilayah yang terparah, namun untuk penanganan di kecamatan lainnya yang ada di Tapteng tetap dikerjakan.
"Jadi tim memang terbagi, yang utama memang di sini (Tukka), karena kan begitu hujan sedikit langsung banjir. Tapi di tempat lain kita kerja di beberapa sungai lain. Cuma fokus utama untuk Sumatera Utara, Tapteng, terutama di sini, karena di sini hujan sedikit langsung banjir," ucapnya.