Puasa Membentuk Insan Bertakwa
Ayu Prasandi February 27, 2026 04:55 PM

 
Muhammad Fadly Abdina, S.P., M.Si. Wakil Wali Kota Tanjungbalai
 

Muhammad Fadly Abdina, S.P., M.Si. Wakil Wali Kota Tanjungbalai
Muhammad Fadly Abdina, S.P., M.Si. Wakil Wali Kota Tanjungbalai

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil’alamin.
 
TANPA terasa 11 bulan berlalu dan kini kita bertemu Ramadan lagi. Ini merupakan hikmah keberkahan bagi kita semua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi nikmat usia hingga kita bisa berada kembali di bulan yang begitu dinanti-nanti oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia.
 
Disampaikan Al-Baqarah ayat 183, yang artinya, ‘Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’.
 
Dari ayat ini kita memahami bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk insan yang bertakwa dan betapa pentingnya ketakwaan.
 
Ketakwaan berarti senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sepanjang Ramadan, selama satu bulan penuh, kita dilatih untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, membiasakan diri dengan kebaikan, dan dapat mempertahankannya untuk sebelas bulan selanjutnya.
 
Sepanjang Ramadan kita dididik lebih disiplin dalam beribadah, menambah kuantitas seraya meningkatkan kualitas.
 
Ramadan kerap juga disebut bulan keberkahan karena tiap-tiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Tidak hanya ibadah-ibadah yang bersifat wajib. Ibadah yang sunnah pun nilai pahalanya akan berlipat.
 
Hikmah puasa sangat banyak. Selain menyucikan jiwa raga, puasa mengajarkan kepada kita untuk menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta menjauhi hal-hal yang membatalkannya.
 
Secara lahiriah, kita mungkin mampu menahan lapar dan dahaga. Namun yang lebih berat adalah menjaga agar puasa kita benar-benar bernilai di sisi Allah.

Sebagaimana disampaikan dalam hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, banyak orang berpuasa, tapi yang diperolehnya hanya rasa lapar dan haus tanpa mendapatkan pahala.
 
Oleh sebab itu, mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk beribadah dengan sebaik-baiknya dan meraih keberkahan serta ganjaran yang dijanjikan. Mari kita memanfaatkan bulan suci ini seoptimal mungkin.
 
Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperbaiki hubungan yang renggang, saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
 
Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mudah-mudahan kita senantiasa mampu melakukan yang terbaik dan seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT.
 
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, termasuk bagi saya pribadi. Billahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.