TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Banyak sampah plastik terkumpul oleh pegawai Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat 27 Februari 2026.
Mereka yang terlibat ada juga Kadis DLH, Kadis PUPR, Kadis PTSP, Kaban BPBD, Kaban Kesbangpol, Kadis Pangan, Camat Tuminting, Camat Singkil, pejabat eselon, Lurah dan Ketua-Ketua Lingkungan Sampah.
Kerja bakti tersebut dipimpin oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw.
Baca juga: Pemkot Manado Terapkan Aturan Tegas: Semua Warga Harus Pilah Sampah Organik, Anorganik, dan Residu
Ia juga turun untuk memungut sampah yang dia lihat.
Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke TPA.
Kerja bakti akan dilakukan tiap Jumat dan Selasa.
Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program Gerakan Indonesia Asri.
Andrew nampak prihatin melihat masih banyaknya sampah plastik di pesisir pantai Sindulang.
Padahal upaya pembersihan sudah dilakukan secara masif.
Terlihat Andrei mengangkut sampah yang bertebaran di tepi pantai.
Hal ini menyemangati peserta lainnya.
Hasil pembersihan tampak signifikan.
“Banyaknya sampah di pinggir pantai tentunya menjadi perhatian kita semua," katanya.
Menurut dia, sampah yang dibuang di sungai akan terbawa ke laut dan pada akhirnya mengotori pinggiran pantai.
Ia berharap kesadaran warga terus terbangun untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Berharap agar kesadaran masyarakat harus terbangun untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ucap Angouw.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus telah memerintahkan kepala daerah untuk melakukan korvei alias bersih-bersih sampah.
Jika memang rutin dilakukan, maka kebersihan bisa terlihat di Kota Manado.
Namun harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan.
Ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI PraBowo Subianto untuk bersih bersih pantai. (ART)