Lapak Takjil Menjamur, Lalu Lintas di Warnasari Cilegon Tersendat
Abdul Rosid February 27, 2026 08:00 PM

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepadatan lalu lintas rutin terjadi di Perempatan Perumahan Warnasari, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten setiap sore selama bulan Ramadan.

Lonjakan aktivitas warga yang berburu hidangan berbuka puasa membuat arus kendaraan di kawasan tersebut tersendat, bahkan kerap lumpuh total menjelang azan magrib.

Pantauan di lokasi pada pukul 17.15 WIB menunjukkan antrean kendaraan mengular dari empat penjuru simpang.

Baca juga: Respon Gubernur Banten Digugat Tukang Ojek Rp100 Miliar, Gegara Jalan Rusak Maut

Sepeda motor dan mobil terjebak dalam kepadatan yang bergerak perlahan. Klakson bersahut-sahutan, sementara sejumlah pengendara terlihat saling mendahului untuk mencari celah di antara ramainya pembeli yang memadati bahu jalan.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Sejak pukul 15.00 WIB, kawasan Perumahan Warnasari berubah menjadi sentra dadakan penjualan takjil.

Puluhan pedagang menggelar lapak di tepi jalan, menawarkan beragam menu berbuka puasa. Aktivitas jual beli yang tinggi, ditambah kendaraan pembeli yang parkir sembarangan di sisi jalan, mempersempit ruang gerak arus lalu lintas.

Beragam pilihan takjil tersaji di sepanjang perempatan. Mulai dari gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe mendoan, hingga risoles yang disusun rapi di atas nampan.

Tak ketinggalan kolak pisang, kolak ubi, dan kolak kolang-kaling yang mengepul hangat dari panci besar.

Minuman segar seperti es buah, es teler, dan es teh manis menjadi primadona pembeli yang ingin menyegarkan dahaga setelah seharian berpuasa.

Ramadan memang menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman maupun pedagang tetap di kawasan tersebut.

Setiap sore, pembeli datang silih berganti. Sebagian memilih turun langsung untuk bertransaksi, sebagian lainnya membeli tanpa turun dari kendaraan, yang justru kerap memperparah kemacetan.

Tidak jarang, kemacetan total terjadi tepat di simpang empat Perumahan Warnasari. Kendaraan dari berbagai arah saling berebut jalan.

Situasi itu mendorong relawan Karang Taruna setempat bersama petugas Linmas turun tangan membantu mengatur arus lalu lintas.

Dengan mengenakan rompi seadanya, para relawan
berdiri di tengah simpang, memberi isyarat kepada pengendara untuk bergantian melintas.

Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional guna mengurai kepadatan. Meski belum sepenuhnya efektif, upaya tersebut cukup membantu mencegah kemacetan berkepanjangan.

Fenomena ini menunjukkan dua sisi Ramadan di wilayah Citangkil Kota Cilegon: Pertama, meningkatnya geliat ekonomi masyarakat kecil di satu sisi, dan tantangan ketertiban lalu lintas di sisi lain.

Di tengah semangat berburu takjil dan meraih keberkahan, persoalan kemacetan menjadi pekerjaan rumah yang perlu dicarikan solusi bersama, agar kenyamanan pengguna jalan dan pedagang tetap terjaga sepanjang bulan suci.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.