Para ahli keamanan siber menjelaskan risiko dan cara melindungi data pribadi ketika terhubung ke internet di udara. Simak tips agar traveler tetap aman saat menggunakan Wi-Fi di pesawat.
Saat ini banyak maskapai penerbangan menyediakan layanan Wi-Fi di udara agar penumpang tetap terhubung selama penerbangan. Tapi, pernahkah traveler bertanya-tanya tentang keamanan siber ketika penumpang mengakses Wi-Fi di dalam pesawat?
Melansir Travel, Jumat (27/2/2026), sejumlah pakar keamanan siber menjelaskan bahwa Wi-Fi di pesawat cenderung lebih aman dibandingkan Wi-Fi publik biasa di darat karena jumlah pengguna yang lebih sedikit sehingga peluang peretas aktif lebih kecil.
Kendati lebih aman, risiko peretasan tetap ada karena jaringan ini merupakan jaringan publik bersama. Dalam kondisi itu, banyak perangkat terhubung secara bersamaan tanpa kontrol penuh dari pengguna.
Seorang profesor ilmu komputer dari Stony Brook University, Nick Nikiforakis, mengatakan bahwa risiko terbesar adalah terhubung dengan jaringan palsu yang dibuat oleh orang lain di dalam pesawat, sebuah metode yang disebut
Dalam skenario ini, peretas bisa mensimulasikan nama Wi-Fi yang mirip agar penumpang tidak sadar bahwa mereka masuk ke jaringan berbahaya. Nikiforakis menjelaskan bahwa penumpang harus memastikan mereka terhubung ke Wi-Fi yang tepat.
Kepala petugas keamanan informasi (CISO) di iVerify, Mike Rosen, menjelaskan bahwa maskapai dan penyedia layanan internet inflight biasanya menerapkan langkah-langkah keamanan seperti enkripsi dan pemisahan lalu lintas pengguna agar data penumpang tidak berinteraksi dengan sistem pesawat itu sendiri.
Beberapa maskapai besar menegaskan bahwa jaringan dirancang untuk memisahkan aktivitas pengguna dari sistem kontrol pesawat, sehingga ancaman terhadap fitur navigasi dan keselamatan pesawat sangat kecil.
Maskapai seperti Delta Air Lines mengatakan bahwa koneksi Wi-Fi memang dirancang dengan sistem pengamanan, tetapi tetap bersifat opsional. Artinya, penumpang tetap dianjurkan menggunakan kebiasaan keamanan digital yang sama seperti saat memakai Wi-Fi publik di kafe, bandara, atau hotel.
Delta juga memperbolehkan penggunaan VPN dan bekerja sama dengan penyedia layanan Wi-Fi untuk menjaga keamanan jaringan.
Namun, menurut pakar keamanan siber seperti Gerdts, ada batasan yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan maskapai. Sebagian besar sistem Wi-Fi di pesawat sebenarnya dikelola oleh perusahaan pihak ketiga seperti Gogo, Viasat, atau Starlink.
Masalahnya, penumpang tidak punya cara untuk mengevaluasi sendiri apakah semua sistem tersebut benar-benar berjalan optimal atau tidak. Pada akhirnya, pengguna hanya bisa mempercayai bahwa maskapai dan mitra penyedia Wi-Fi mereka telah menerapkan sistem keamanan dengan benar.
Karena itu, kehati-hatian tetap diperlukan sebagai kunci utama saat terhubung ke internet di udara.
Kegiatan yang Harus Dihindari
Para ahli keamanan menyarankan agar penumpang tidak melakukan aktivitas yang sensitif saat terhubung ke Wi-Fi pesawat, seperti:
- Mengakses bank online atau akun keuangan
- Masuk ke sistem kerja atau VPN tanpa perlindungan
- Reset password atau mengisi formulir pribadi
Tanpa perlindungan tambahan, aktivitas semacam ini rentan terhadap serangan man-in-the-middle yang bisa mencuri kredensial dan informasi sensitif.
Tips Melindungi Data Saat Terhubung Wi-Fi Pesawat
Agar tetap aman saat memakai Wi-Fi pesawat, para ahli merekomendasikan sejumlah tips yang bisa diterapkan, sebagai berikut:
- Gunakan VPN (Virtual Private Network) untuk enkripsi penuh data
- Pastikan koneksi HTTPS saat mengakses situs web
- Nonaktifkan fitur auto-connect agar perangkat tidak otomatis terhubung ke jaringan yang berbahaya
- Aktifkan autentikasi dua langkah (2FA) untuk akun penting
- Perbarui perangkat dan aplikasi secara berkala agar terlindungi dari celah keamanan.
Jangan sampai lengah ya traveler!







