Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Memasuki hari kesembilan puasa Ramadan 1447 Hijriah, pembeli makanan berbuka puasa (takjil) di Kabupaten Aceh Tenggara terpantau masih sepi.
Baca juga: Empat Resep Takjil Praktis untuk Menu Buka Puasa Ramadhan 2026
Sari, salah seorang pedagang takjil di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kutacane, Kecamatan Babussalam, mengatakan hingga saat ini pembeli belum menunjukkan peningkatan.
"Sekarang sudah memasuki hari ke sembilan puasa Ramadan, pembeli masih cukup sepi. Ini berbeda tahun ini puasa Ramadan cukup sepi pembeli.
Dan berbeda dengan tahun yang lalu pada puasa Ramadan lumayan pembeli Takjil di pedesaan hingga di ibu kota kecamatan dan kabupaten diserbu pembeli," kata Sari kepada TribunGayo.com, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Waspada Takjil Berwarna Mencolok, Dinkes Bener Meriah Ingatkan Bahaya Boraks dan Formalin
Hal senada disampaikan Wasmar Sinaga, pedagang takjil di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala.
Menurutnya, Ramadan tahun ini terasa berbeda karena daya beli masyarakat menurun.
Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit menjadi penyebab utama sepinya pembeli.
Dampaknya, banyak dagangan takjil yang tidak habis terjual.
"Saat ini juga pedagang banyak yang tak berjualan, karena melihat kondisi perekonomian masyarakat sangat sulit, apalagi harga kakao melorot tajam di pasaran. Karena, masyarakat mayoritas di Aceh Tenggara petani dalam arti luas," ungkap Wasmar.
Pantauan TribunGayo.com di sejumlah lokasi, seperti Pasar Tradisional Kuning Kota Kutacane, Kecamatan Semadam, Lawe Sigala-gala, hingga wilayah pedesaan, menunjukkan suasana penjualan takjil masih relatif sepi pembeli. (*)
Baca juga: Ramadan 2026, Masjid Al Azhar Lawe Loning Sediakan Takjil Gratis untuk Umum dan Musafir