Surga Takjil UMKM Patra Kukusan Bikin Ramadan di Depok Semakin Meriah
GH News February 27, 2026 07:10 PM
Depok -

Tradisi mencari takjil menjadi salah satu momen paling dinanti selama Ramadan. Di di luar lapangan sepak bola Kukusan, Depok, Jawa Barat terdapat lokasi populer untuk berburu takjil.

Pusat takjil Kukusan itu ada di Jl. Palaki, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat atau dikenal sebagai Patra. Pasar Takjil Ramadan itu memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan pada 2024. Patra telah menjadi daya tarik tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga mahasiswa yang tinggal di asrama/kos terdekat.

Ebbi Sabda, perwakilan Pelikan Organizer, entitas di balik acara tersebut, menceritakan sejarah Patra. Dia mengatakan inisiatif pasar takjil itu bermula dari kekhawatiran yang diungkapkan oleh pemuda dan anggota komunitas di Kukusan, yang bertujuan untuk menciptakan platform yang sesuai bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

"Patra ini dulu konsepnya kita pengin punya wadah buat UMKM di Kukusan. Dulu kan belum ada, jadi (pedagang) sembarang di jalan-jalan. Akhirnya diinisiasi sama teman-teman, terbentuklah Patra ini. Penggagasnya Pelikan Organizer, campuran warga lokal yang terjun di kepemudaan, kemasyarakatan, dan UMKM," ujar Ebbi kepada detikTravel di lokasi, Kamis (26/2/2026).

Pasar Takjil Ramadan di Kukusan, DepokPasar Takjil Ramadan di Kukusan, Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Tahun ini, Patra menyediakan 29 tenant bagi penjual makanan dan minuman yang disusun dengan rapi. Menariknya, lebih dari 70 persen penjual yang melayani penyewa adalah warga lokal Kukusan, sedangkan sisanya berasal dari daerah sekitar seperti Beji, Tanah Baru, hingga Jatijajar.

Beroperasi bekerja sama langsung dengan Badan Pengelola Lapangan Kukusan, Patra meluncurkan inisiatif selama 25 hari, dimulai sejak hari pertama puasa.

Menurut Ebbi omzet harian para pedagang bisa mencapai Rp 1,5 juta. Patra tidak hanya memanjakan lidah pengunjungnya tetapi juga memberikan keuntungan signifikan bagi para pedagang yang terlibat.

Panitia menetapkan biaya sewa kios yang sebesar Rp 1,7 juta untuk periode 25 hari, rata-rata sekitar Rp 60.000 per hari. Biaya tersebut mencakup tenda, air, listrik, dan meja. Pedagang diharuskan membawa produk mereka sendiri. Keuntungan adalah hal yang serius.

Ebbi menegaskan bahwa lokasi yang strategis dan demografi pelanggan muda yang besar menjamin produk selalu laris terjual.

"Kalau di sini tuh apa pun produknya, kalau memang segmennya anak muda pasti ramai. Untuk omzet, rata-rata satu tenant itu di atas Rp 1,5 juta per hari. Jadi sebisa mungkin kita kasih ruang yang benar-benar relevan sama pasarnya," kata Ebbi.

Kenaikan popularitas Patra Kukusan erat kaitannya dengan pengaruh media sosial. Ebbi mengungkapkan bahwa banyak kreator konten dan influencer sering mengunjungi tempat ini untuk mencicipi dan mengkritik camilan yang tersedia.

Jumlah pengunjung yang datang telah mengalami peningkatan yang signifikan. Mahasiswa dan warga sekitar asrama Kukusan, serta individu dari luar Beji dan pekerja kantoran yang pulang kerja, antusias untuk berhenti sejenak dan mencari takjil di kawasan ini.

"Pengaruhnya gede, Bang. Spreading pasarnya itu bukan cuma kos-kosan di Kukusan, tapi warga di luar Beji, bahkan Depok, yang pulang kerja nyari (takjil) mampir ke sini. Weekend itu satu hari bisa lebih dari 500 orang pengunjung," kata Ebbi.

Nah, buat detikers yang bingung mau ngabuburit ke mana hari ini, Patra Kukusan bisa jadi pilihan yang pas buat jajan sore sambil menunggu waktu berbuka. Beragam takjil kekinian hingga jajanan tradisional siap memanjakan perut kamu!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.