Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan, pembangunan 1.503 unit hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak bencana di wilayah setempat telah rampung 100 persen dan siap ditempati.
"Pembangunan huntara di Kabupaten Aceh Timur menunjukkan progres signifikan. Dari lebih 3.000 unit huntara yang dibangun, sebanyak 1503 unit di antaranya sudah rampung 100 persen dan siap ditempati," kata Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Jumat.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama pemerintah pusat, serta dukungan berbagai pihak terus mempercepat penyelesaian pembangunan huntara.
Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi pembangunan huntara. Koordinasi dilakukan sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan semua pihak agar warga terdampak bencana segera mendapatkan tempat tinggal yang layak," kata Bupati Aceh Timur.
Iskandar Usman Al-Farlaky menjelaskan Kabupaten Aceh Timur memiliki kekhususan dalam pembangunan huntara dibandingkan daerah lain. Mayoritas huntara dibangun secara insitu, yakni di atas tanah milik warga, bukan dalam satu kawasan komunal terpusat.
"Model insitu ini lebih kompleks dibanding pembangunan komunal. Setiap lokasi memiliki kondisi lahan yang berbeda, akses material yang berbeda, dan perlu penyesuaian teknis di lapangan. Namun progresnya tetap berjalan cepat," katanya.
Pendekatan insitu dipilih, kata dia, agar masyarakat tidak perlu direlokasi jauh dari lingkungan asalnya. Dengan tetap berada di lahan sendiri, warga bisa mempertahankan kedekatan sosial, akses mata pencaharian, serta kenyamanan psikologis pascabencana.
Meski lebih rumit dari sisi teknis dan pengawasan, pembangunan huntara tetap menunjukkan capaian menggembirakan berkat dukungan vendor lokal yang diberdayakan dalam proses konstruksi.
"Keterlibatan penyedia jasa dan tenaga kerja lokal dinilai mempercepat pekerjaan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat," katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus memantau pembangunan huntara agar kualitas bangunan tetap terjaga dan tepat sasaran. Huntara diharapkan benar-benar menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak hingga proses pembangunan hunian dapat direalisasikan.
"Target kami bukan hanya cepat selesai, tetapi juga kualitas huntara sesuai dengan yang direncanakan. Semoga pembangunan huntara selesai sesuai jadwal, sehingga masyarakat bisa kembali menata kehidupan mereka secara bertahap," katanya.







