TRIBUNJATIM.COM - Diduga karena percikan api pada petasan, api melalap pemukiman padat penduduk di Kalimantan Timur.
Api melalap pemukiman di Desa Muara Adang, Kaltim pada Kamis (26/2/2026) sore, dikutip TribunJatim.com dari laporan Kompas.com, Jumat (27/2/2026).
Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) itu nyaris melalap habis satu desa.
Ada kurang lebih 34 rumah ludes terbakar dan 11 rumah lainnya terdampak.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 9,6 miliar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman Darma mengatakan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas anak-anak yang bermain petasan di depan kios BBM.
Percikan petasan diduga menyambar bahan bakar di sekitar kios.
“Percikan petasan diduga menyambar bahan bakar di sekitar kios dan memicu api. Kobaran cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar dan merambat ke bangunan sekitar,” ujar Lukman.
Baca juga: Ruko 2 Lantai di Madiun Dilanda Kebakaran Besar, Mobil Mewah Ikut Terbakar Habis
Objek yang terbakar meliputi rumah, kios, dan kendaraan dengan luas area terdampak sekitar 3.500 meter persegi.
Total ada 34 rumah yang terbakar, sementara 11 rumah lainnya turut terdampak. Selain itu juga berdampak pada 57 kepala keluarga atau 173 jiwa.
M Lukman mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 9,6 miliar.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp9.650.000.000," ungkap Lukman.
Baca juga: Dalam Sehari Mojokerto Dilanda 2 Kebakaran, Tersebar di Pungging dan Kutorejo
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 Wita setelah tim pemadam dari Kecamatan Long Ikis, Long Kali, dan Kuaro berjibaku selama kurang lebih tiga jam.
Lukman menerangkan, pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari PDAM dan air laut di sekitar lokasi.
Proses penanganan sempat terkendala akses gang yang sempit di kawasan pesisir serta jarak tempuh sekitar 35 kilometer dari pusat Kecamatan Long Ikis dengan kondisi jalan yang rusak, sehingga memperlambat respons awal.
Mencegah bahaya bermain petasan di permukiman padat penduduk perlu dilakukan melalui kombinasi edukasi, pengawasan, dan kepatuhan terhadap aturan.
Masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa petasan berisiko menimbulkan kebakaran, luka bakar, gangguan pendengaran, hingga trauma psikologis, terutama bagi anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan.
Orang tua memiliki peran penting untuk mengawasi anak-anak agar tidak membeli atau menyalakan petasan secara sembarangan, serta mengarahkan mereka pada kegiatan perayaan yang lebih aman.
Selain itu, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat dapat membuat kesepakatan bersama atau imbauan tertulis untuk melarang atau membatasi penggunaan petasan di lingkungan padat, terutama di dekat rumah, kendaraan, dan instalasi listrik.
Penegakan peraturan daerah dan hukum yang melarang peredaran serta penggunaan petasan ilegal juga perlu didukung dengan pelaporan aktif dari warga kepada aparat.
Dengan kesadaran kolektif, pengawasan bersama, dan alternatif perayaan yang lebih aman, risiko bahaya petasan di permukiman padat penduduk dapat diminimalkan secara efektif.
Baca juga: Kebakaran Peternakan di Kota Batu, 15 Ribu Ayam Hangus Terpanggang Gegara Ledakan Tabung LPG
Rumah warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hancur, pada Rabu (18/02/2026).
Bangunan rumah permanen milik Ummi Kulsum diduga hancur meledak saat keponakannya bernisial S sedang merakit petasan.
Baca juga: Rugi Rp23 Miliar Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Warga Geruduk Polres Sampang
Akibat ledakan tersebut, enam warga luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Mereka Ummi Kulsum (60), Samsul (22), Riko (25), Pais (20), Fino (15), dan Abdur (15).
Sementara satu warga setempat bernama Supriyadi (54) meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk.
Peristiwa ledakan petasan yang terjadi sekitar 12.00.WIB, sempat mengagetkan warga sekitar.
Lantaran lokasi kejadian berada di kawasan rumah padat penduduk.
Insiden ledakan petasan ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, melainkan Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, dan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah.
Mereka turun langsung meninjau lokasi kejadian yang mengagetkan warga tersebut.
AKBP Bayu dan Wabup Ulfi sempat bertakziah ke rumah warga yang tewas akibat ledakan tersebut.
Salah seorang warga, Tosan mengatakan, meski rumahnya jauh, namun suara ledakannya cukup keras dan terdengar jauh.
"Yang saya tahu korbannya lima orang, satu orang meninggal dunia," ujarnya.
Menurutnya, pada kejadian ledakan, korban Supriyadi sedang memperbaiki bangunan rumah tetangganya.
"Korban itu meninggal setelah tertimpa bangunan tembok," katanya.
AKBP Bayu mengatakan, kejadian ini memprihatinkan karena salah satu korban telah dinyatakan meninggal dunia dan enak korban masih dirawat di rumah sakit.
"Lima korban dirawat di Rumah Sakit Asembagus dan satu korban dirujuk ke rumah sakit Jember," kata AKBP Bayu saat di TKP.
Perwira berpangkat dua melati ini menjelaskan, sekitar pukul 12.00 WIB, pihaknya mendapat informasi terjadinya ledakan di wilayah Kecamatan Banyuputih.
"Saat itu, pihak Polsek telah mengamankan lokasi dengan memasang police line," ujarnya.
Karena tidak punya kemampuan menjinakkan bahan peledak, mantan penyidik KPK ini mengatakan, pihaknya meminta bantuan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polda Jatim yang ada di Bondowoso.
"Sejauh ini belum bisa melakukan olah TKP, karena masih menunggu status sterilisasi dari Jihandak," jelasnya.
Baca juga: Jasad Pemancing Hanyut Usia 20 di Pantai Cangaan Jember Belum Ditemukan hingga Pencarian Hari ke-4
AKBP Bayu mengungkap, ledakan diduga berasal dari perasan atau bom bondet.
Karena pihaknya menemukan barang bukti beberapa petasan berdiameter 3 sampai 4 centimeter di lokasi kejadian.
"Petasan yang kita amankan itu, panjangnya 15 meter," tukasnya.
Saat ditanya upaya polisi, ABKP Bayu menjelaskan, pihaknya melakukan penyelamatan terhadap korban untuk mendapatkan penangan tim medias rumah sakit.
"Selain itu kita menjaga area, agar supaya TKP tidak rusak," katanya.
Selain itu, sambungnya, pihaknya menghimbau kepada warga untuk tidak masuk ke area lokasi kejadian.
Ia juga meminta warga untuk tidak lagi membuat petasan dalam rangka menyambut hari raya ataupun selama Ramadan.
"Saat ini tim Brimob sudah datang untuk melakukan sterilisasi," pungkasnya.