Polemik Mobil Impor India untuk KDMP Ponorogo: Antara Kebutuhan Medan Terjal & Ancaman 'Rumah Tawon'
Sudarma Adi February 27, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara diketahui berencana mengimpor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Rencana tersebut mencakup pengadaan 70.000 unit pikap penggerak empat roda (4x4) dan 35.000 unit truk roda enam.

Rencananya, per KDMP akan dipasok mendapatkan mobil impor dari India.

Lalu bagaimana tanggapan pengurus KDMP maupun Kepala Desa di Ponorogo?

Baca juga: Hujan Deras Picu 11 Titik Longsor, Jalan Nasional Ponorogo–Pacitan Tertutup Material

Bringinan: Datar dan Mulus, Tak Butuh 4x4

Ketua Koperasi Merah Putih di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim Jarot Sugeng Setiaji mengaku pihaknya hanya bisa menerima.

“Karena semua kan dari pusat. Koperasi hanya menerima saja,” ungkap Jarot saat ditemui di KDMP Desa Bringinan, Jumat (27/2/2026),

Jarot menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu diminta dari pendamping KDMP untuk membuat proposal pengajuan motor atau mobil 

“Disuruh bikin proposal mobil roda 4 atau pikap. Tapi spesifikasi belum tahu. Proposal memohon roda 4,” kata Jarot saat dikonfirmasi Tribunjatim Network.

Dia menjelaskan bahwa untuk KDMP Bringinan  sebenarnya tidak memerlukan mobil 4x4. Ini lantaran kontur tanah di Desa Bringinan sendiri datar dan jalannya cukup mulus.

“Sebenarnya kalau disini cukup sejenis mobil pikap umum seperti Suzuki Carry, Daihatsu Grand Max, Mitsubishi L300 atau sejenisnya,” tegas Jarot.

Hanya saja, misal memang nanti diberikan mobil 4x4, Jarot dan pengurus KDMP Bringinan tidak menolak. 

“Ya alhamdulillah diterima saja, difungsikan sebagai akomodasi. Kalau layanan purna jual maupun service saya belum tahu. Yang jelas ikuti proses,” paparnya.

Jarot menyatakan bahwa KDMP Desa Bringinan sudah terbentuk sejak Mei 2025. Dengan komposisi dirinya sebagai Ketua KDMP. Kemudian ada wakil ketua bidang usaha, wakil ketua bidang anggota, sekretaris dan bendahara.

“Secara keseluruhan sudah ada 500 anggota. Pengurus sebagian anak muda seperti saya,” tambah Jarot

Menurutnya, sebelum bangunan KDMP berdiri, mereka mempunyai kantor yang merupakan bekas bumdes. Tapi saat ini, bangunan KDMP sudah selesai.

“Februari ini sudah selesai pembangunannya. Tapi belum diserahterimakan. Luas bangunan 20 meter kali 30’meter. Depan pertokoaan atau swalayan, belakang gudang untuk pupuk maupun lpg,” urainya.

Sementara Kepala Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Suprapto Bulug turut menyoroti import mobil india yang akan digunakan untuk KDMP.

“Jadi terkait mobil pikap truk dll. Mutlak kebijakan dr pusat. Teknis mekanisme asas kemanfaatan yang punya kajian adalah pemerintah pusat,” ucapnya.

Dia mengaku sebagai desa hanya menerima barang dan menerima perintah. Dimana dana desa dikurangi Rp 500 juta untuk mengangsur KDMP,

“Teknis asas pemanfaatan fungsi pikap impor india, kewenangan ada di PT Agrinasz Desa tidak tahu apa-apa,” tegasnya.

Suprapto menyatakan jika bisa memilih uang uang yang dibelikan mobil import India untuk membangun jalan dibanding dijadikan mobil impor India.

“Ya kalau suruh milih, mending untuk jalan saja mbak,” tegas Suprapto,

Sebenarnya, jelas dia, mobil 4x4 sangat cocok untuk di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Mengingat memang medan dan kontur jalannya yang terjal.

“Yang terlupakan barang itu terjadi penyusutan nilai. Satu sisi desa mengangsur 500 juta plus bunga. Tapi ya kembali, kita hanya pelaksana,” bebernya.

Pun belum berpikir bagaimana layanan purna jual. “Belum suku cadang, kalau rusak kan gak ada suku cadang bisa jadi dodokan (rumah) tawon,” katanya sambil berkelakar.

Dia juga menyoroti perjalanan KDMP belum tahu posisinya seperti apa. Apakah akan dijadikan distributor atau swalayan atau lainnya?

“Kalau minimarket, warga saya sudah ada yang punya. Jangan sampai menjadi pesaing warga. Harus ada yang baru. Kalau distributor mungkin pas,” tuturnya.

Dia berharap ketika bangunan KDMP sudah jadi, proses administrasi juga dilengkapi. Lantaran menggunakan aset desa, yang jelas ada aturan dan mekanisme.

Baca juga: 3 Pencuri di Sekolah Ponorogo dan Madiun Ditangkap Polisi, Modus Bobol Brankas hingga Gasak Uang

“Jangan sampai korban mal administratif. Bangunan sudah jadi tetapi yang lain belum siap ya gimana,” pungkasnya 

Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 kendaraan niaga dari Indiauntuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Rencana tersebut mencakup pengadaan 70.000 unit pikap penggerak empat roda (4x4) dan 35.000 unit truk roda enam.

Dari total tersebut, sebanyak 35.000 pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam akan dipasok oleh Tata Motors. Sementara 35.000 pikap 4x4 lainnya direncanakan berasal dari Mahindra & Mahindra Ltd.

Kendaraan-kendaraan itu akan digunakan sebagai sarana distribusi dan operasional KDMP, salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. 

Presiden menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa selama masa kepemimpinannya guna memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama di sektor pertanian dan distribusi pangan.

Agrinas sendiri merupakan badan usaha milik negara (BUMN) hasil transformasi dari PT Yodya Karya (Persero). Perusahaan ini bergerak di bidang pangan, konsultan rekayasa, serta konstruksi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.