Ibu Nizam Ungkap Kalimat Janggal Mantan Suami di Detik Terakhir Kematian Anak, Bongkar Luka Lama
Tsaniyah Faidah February 27, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Duka mendalam masih menyelimuti hati Lisnawati, ibu kandung dari almarhum Nizam Syafei.

Putranya yang kerap disapa Raja itu harus mengembuskan napas terakhir secara tragis setelah menjadi korban dugaan penganiayaan berat.

Hingga kini, Lisnawati terus berupaya memperjuangkan keadilan agar kematian putranya tidak berakhir sia-sia, meski saat ini ibu tiri korban yang berinisial TR telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Namun, dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube Denny Sumargo, Lisnawati mengungkap sisi lain yang selama ini terpendam.

Ia secara terang-terangan menumpahkan kecurigaannya terhadap sang mantan suami, Anwar Satibi atau yang akrab disapa Awang.

Lisnawati menduga bahwa dalang di balik penderitaan anaknya tidak hanya berhenti pada sang ibu tiri saja.

Kecurigaan tersebut didasari oleh sikap Anwar yang dinilai tidak lazim saat kondisi Nizam tengah kritis.

Lisnawati merasa janggal ketika mengetahui mantan suaminya tersebut tidak segera membawa Nizam ke rumah sakit saat kondisi kesehatan anak mereka menurun drastis.

Alih-alih mengupayakan pertolongan medis, Anwar justru meminta Lisnawati untuk mengikhlaskan kepergian putra mereka.

"Kok bilang kayak begitu? Padahal masih sempat lah harus bawalah ke dokter," ujar Lisnawati dengan nada penuh tanya.

Kejanggalan ini diperkuat oleh pernyataan kuasa hukum Lisnawati, Mira Widyawati.

Mira mengenang kembali adanya sebuah kalimat yang dinilai tidak masuk akal yang diucapkan Anwar sebelum Nizam meninggal dunia.

Kalimat tersebut seolah-olah sudah memprediksi akhir hidup sang bocah padahal upaya medis belum maksimal dilakukan.

"Ada satu kalimat lagi, 'Sepertinya usianya nggak lama ya. Jadi ikhlaskan saja'. Padahal, itu masih di rumah, belum dibawa berobat," terang Mira menjelaskan situasi kala itu.

Gelagat Anwar yang seolah sudah menyiapkan pemakaman di dekat makam kakeknya sebelum Nizam wafat, membuat Lisnawati sulit membendung firasat buruknya.

Baca juga: Cara Sadis Ayah Siksa Nizam Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Pakai Batang Singkong hingga Baskom

Ia menduga ada peran lain dari mantan suaminya dalam kasus ini.

"Feeling saya, bapaknya juga yang ada itunya juga. Ada keterlibatan. Baru dugaan, bukan menuduh," imbuhnya.

Keyakinan Lisnawati akan adanya dugaan keterlibatan tersebut tidak lepas dari pahitnya masa lalu saat ia masih membina rumah tangga dengan Anwar.

Lisnawati menceritakan bahwa sejak awal pernikahan yang dimulai di usia 18 tahun, hubungannya sudah diwarnai kekerasan.

Pertemuan mereka yang berawal dari media sosial itu ternyata berujung pada penderitaan fisik bagi Lisnawati.

Ia mengaku kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahkan sejak Nizam masih dalam kandungan.

Lisnawati membeberkan bahwa sifat Anwar berubah drastis setelah resmi menikah.

Perkara sepele sering kali memicu kemarahan besar hingga berujung kekerasan fisik. 

Salah satunya ketika Lisnawati mempertanyakan tanda kemerahan di leher Anwar saat pulang dari luar rumah.

"Contohnya dia kalau pulang dari luar dari mana-mana, dia banyak cupangnya. Saya nanya doang, dia marah-marah kayak gitu," paparnya.

Puncak penderitaan Lisnawati terjadi selama satu tahun usia pernikahan mereka.

Ia mengaku pernah mengalami penyiksaan yang sangat ekstrem, mulai dari rambutnya yang dipotong paksa menggunakan golok hingga disiram menggunakan air panas yang baru saja mendidih.

Baca juga: Kekejaman Ibu Tiri di Sukabumi Terungkap, Ngaku Cuma Mendidik Ternyata Anak Disiksa Secara Sadis

"Disiram pakai air panas, air habis dimasak, disiram ke belakang punggung saya sampai-sampai saya takut kalau dia pulang, mendengar suara motornya aja saya takut," kenang Lisnawati.

Kasus Nizam Syafei (13) sendiri telah menjadi sorotan publik secara luas.

Bocah asal Sukabumi ini ditemukan tewas dengan luka bakar dan memar di sekujur tubuhnya.

Sebelum wafat, sebuah video viral menunjukkan Nizam sempat menunjuk ibu tirinya, TR, sebagai orang yang memaksanya meminum air panas.

Meski TR kini sudah ditahan, pihak kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, telah melaporkan Anwar Satibi ke Polres Sukabumi atas dugaan kasus pembiaran dan penelantaran anak guna mengusut tuntas keterlibatan pihak lain dalam kematian tragis sang bocah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.