Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang Resmi Lantik Pengurus BEM Periode 2026
Oby Lewanmeru February 27, 2026 10:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM., M.Kes., resmi melantik Ketua dan Badan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026, Jumat (27/2/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Aula Lantai II Gedung Rektorat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, para Wakil Direktur, serta sejumlah pejabat di lingkungan kampus.

Dalam arahannya, Direktur menyampaikan proficiat kepada para pengurus BEM yang baru dilantik. 

Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang dipercayakan oleh seluruh mahasiswa.

Baca juga: Dua Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Raih Prestasi Nasional di Awal 2026

"Yang dipilih dan dilantik hari ini adalah representasi dari teman-teman mahasiswa, sekaligus menjadi penyambung aspirasi mereka," ujarnya.

Ia berharap pengurus BEM dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.

Menurutnya, tantangan mahasiswa saat ini, khususnya dalam organisasi kemahasiswaan, semakin kompleks dan dinamis.

Direktur juga menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus BEM. Pertama, pentingnya sinergisitas di antara pengurus agar tetap kompak dan saling bekerja sama dalam menjalankan program kerja. 

Kedua, membangun kolaborasi, baik secara internal maupun eksternal, termasuk dengan perguruan tinggi kesehatan maupun non-kesehatan lainnya. 

Ketiga, perlunya inovasi dalam mengembangkan program kemahasiswaan, termasuk menggali sumber pendanaan yang bersifat ilmiah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua BEM terpilih, Muhammad Z.F. Raisya, menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa, pimpinan, dan civitas akademika atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan jajaran pengurus.

"Amanah ini bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif," ungkapnya.

Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai rumah bersama yang terbuka, inklusif, dan hangat bagi semua mahasiswa tanpa memandang latar belakang, program studi, maupun perbedaan pandangan.

Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai penyampai suara, tetapi juga harus mampu merealisasikan gagasan dan program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap kompak serta menjaga persatuan tanpa sekat di antara sesama. (rey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.