Jalur Samarinda-Bontang Rawan Lumpuh, Tanjakan Marangkayu Ancaman Bagi Pemudik
Christoper Desmawangga February 28, 2026 05:06 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Jalur poros Samarinda–Bontang menjadi perhatian serius menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Ruas penghubung utama Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur dengan ibu kota provinsi itu kerap lumpuh akibat kendaraan berat gagal menanjak.

Kepolisian menilai kondisi tersebut berisiko mengganggu kelancaran mudik jika tidak diantisipasi sejak dini.

Baca juga: Polresta Samarinda Petakan Titik Rawan Kecelakaan Jelang Mudik Lebaran, Jalur Bandara jadi Perhatian

Kasatlantas Polres Bontang, Ajun Komisaris Polisi Purwo Asmadi, mengatakan persiapan pengamanan arus mudik tengah dibahas dan akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat dalam waktu dekat.

Fokus pengawasan diarahkan pada titik rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama di wilayah Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang masih masuk wilayah hukum Polres Bontang.

“Kami bakal mendirikan pos tambahan untuk pemantauan jalur poros di rest area Kilometer 59,” kata Purwo kepada Tribun Kaltim, Kamis (26/2/2026).

Selain di Kilometer 59, pos juga akan didirikan di simpang portal Marangkayu.

Dua titik ini dinilai krusial karena berada di jalur tanjakan yang sering menjadi lokasi kendaraan besar kehilangan tenaga.

Menurut Purwo, persoalan di jalur poros bukan semata soal kerusakan jalan.

Kombinasi tanjakan curam, permukaan jalan berlubang, serta tingginya lalu lintas kendaraan berat memperbesar potensi kecelakaan dan kemacetan panjang.

“Truk trailer sering tidak kuat menanjak lalu melintang dan menutup badan jalan. Kalau sudah begitu, arus dari dua arah langsung tersendat,” ujarnya.

Pada awal tahun ini, insiden terjadi berulang.

Pada 7 Januari 2026, truk pengangkut tiang beton gagal menanjak di Kilometer 59, Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu.

Baca juga: Daftar Mudik Gratis untuk Lebaran 2026, Ada Rute Balikpapan–Surabaya Naik Kapal

Kendaraan tersebut melintang dan menutup akses dua arah sehingga arus lalu lintas lumpuh total.

Peristiwa serupa terjadi pada 16 Januari 2026 di Kilometer 68.

Truk kontainer tidak mampu menanjak dan proses evakuasi memakan waktu hampir delapan jam.

Antrean kendaraan mengular dari kedua arah hingga beberapa kilometer.

Rangkaian kejadian itu menunjukkan rapuhnya kelancaran lalu lintas di jalur tersebut. Setiap kali satu kendaraan besar terhenti, dampaknya langsung meluas distribusi logistik terganggu, waktu tempuh membengkak, dan risiko kecelakaan susulan meningkat.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat selama mudik, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan jalur alternatif pesisir melalui Bontang Lestari–Marangkayu–Muara Badak.

Skema ini akan diterapkan jika jalur utama tidak dapat dilalui.

Purwo juga menyoroti faktor kelebihan muatan dan kelalaian pengemudi sebagai penyebab berulangnya insiden.

Ia menegaskan pengawasan di lapangan perlu dibarengi kesadaran pengendara.

“Bukan hanya soal infrastruktur. Kendaraan harus dipastikan laik jalan dan muatan sesuai ketentuan. Keselamatan tetap yang paling utama,” tegasnya.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Logistik Kota Bangun–Muara Muntai Sepanjang 72 km Terus Dikebut

Rawan Longsor

Sementara data dari Pemprov Kalimantan Timur berdasarkan laporan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) tercatat kurang lebih 50 titik rawan longsor di sepanjang ruas jalan nasional wilayah Kutai Timur.

Kondisi ruas jalan nasional di wilayah utara Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut diungkapkan Gubernur Kalimantan Timur, Dr Rudy Masud saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kutai Timur.

Menurut Gubernur Rudy Masud, sebagai jalur penghubung utama yang memfasilitasi mobilisasi komoditas unggulan serta aksesibilitas masyarakat, ruas jalan nasional ini memegang peranan vital dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kaltim.

“Keberadaannya menjadi kunci strategis bagi pertumbuhan investasi daerah, sekaligus memastikan rantai pasok energi dan pangan tetap bergerak efisien demi kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Gubernur kepada Tribun Kaltim, Jumat (28/2/2026).

Adapun kondisi ruas jalan nasional di wilayah utara yang berpotensi longsor, antara lain:

1. Ruas jalan Sangatta-SP.Perdau No.ruas (015) sepanjang 32 km terdapat ± 17 titik longsor dan berpotensi longsor pada badan jalan.

2. SP. Perdau-Ma.lembak No.ruas (016) sepanjang 13,10 km, terdapat ± 11 titik longsor dan penurunan badan jalan.

3. Ruas jalan Ma. Lembak-Sangkulirang (Pel.Ronggang) No.ruas (017) sepanjang 52,14 km terdapat ± 22 titik potensi longsor dan penurunan badan jalan.

Kerusakan jalan nasional ini meliputi kondisi badan jalan semakin menurun dan bahu jalan tergerus air, sehingga berpotensi longsor.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 1447 H, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Mudik Gratis Lewat Jalur Darat

Pemprov Kaltim tentu sangat peduli dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk segera memperbaiki titik-titik longsor di sepanjang jalan nasional tersebut.

Gubernur Rudy Masud menegaskan, keterbatasan kewenangan daerah menjadi hambatan utama dalam pembangunan jalan nasional di Kalimantan Timur.

Jika dipaksakan, intervensi terhadap jalan nasional berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Namun demikian, Pemprov Kaltim tetap melakukan pembangunan pada ruas yang menjadi kewenangannya, seperti jalan Tering–Ujoh Bilang sepanjang sekitar 23 kilometer yang kini telah rampung dikerjakan.

“Selama 80 tahun Indonesia merdeka, kami membangunnya sekitar 23 sekian km. Di tahun 2024, APBD Kaltim 22 triliun hanya membangun 4 km, sekarang kami dengan anggaran alakadarnya membangun hampir 25 km,” tuturnya.

Rawan Kecelakaan

Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda mulai memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di Kota Tepian menjelang arus mudik Lebaran.

Langkah ini sebagai upaya preventif menekan angka fatalitas kecelakaan bagi masyarakat yang keluar-masuk kota.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Lantas Kompol La Ode Prasetyo mengatakan jalur poros penghubung Samarinda dengan kota-kota tetangga menjadi fokus utama pengawasan.

Beberapa jalur yang perlu diwaspadai pemudik antara lain Jalur Bandara APT Pranoto atau poros Samarinda–Bontang, Jalan PM Noor, Juanda, dan Antasari serta akses keluar kota menuju Balikpapan dan Kutai Kartanegara.

Baca juga: BBPJN Kaltim Pastikan Kelancaran Mudik 2026, Percepat 4,2 Km Jalan Muara Muntai-Nayan-Blusuh

Menurut La Ode, kecelakaan tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Kondisi jalan berlubang, kerusakan teknis kendaraan seperti rem blong, hingga kelalaian pengemudi menjadi faktor yang saling berkaitan.

Menghadapi puncak arus mudik, Polresta Samarinda akan menggelar Operasi Ketupat pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Nanti personel pengamanan digelar di berbagai pos terpadu, pos layanan, dan pos pengamanan. Fokusnya jalur rawan macet dan rawan kecelakaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan kelengkapan surat kendaraan, melakukan servis menyeluruh terutama pada ban dan mesin, serta tidak berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.

Pos Terpadu

Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara mulai bergerak lebih awal.

Sejumlah titik strategis disiapkan, termasuk pendirian pos terpadu di kawasan Titik Nol Tenggarong yang menjadi ikon kota.

Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menyebut pihaknya telah lebih dulu menggelar Operasi Keselamatan sebagai langkah awal menciptakan situasi kondusif sebelum Operasi Ketupat 2026 resmi digelar.

“Untuk persiapan yang sudah kami laksanakan, sebelumnya kami telah menggelar Operasi Keselamatan yang difokuskan pada cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat 2026,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Dalam Operasi Ketupat nanti, kepolisian akan mendirikan tiga jenis pos, yakni Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan pos terpadu.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026 Travel Cendana Lakukan Pengecekan 22 Armada di Balikpapan

“Nantinya kami akan mendirikan pos-pos, baik Pos PAM, Pos Yan, maupun pos terpadu,” jelasnya.

Pos terpadu akan ditempatkan di Titik Nol Tenggarong.

Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah Kota Tenggarong saat momentum hari besar.

“Untuk pos terpadu akan kami dirikan di Titik Nol yang menjadi ikon Kota Tenggarong,” katanya.

Sementara itu, Pos PAM dan Pos Yan akan disebar di sejumlah kecamatan dengan menyesuaikan karakteristik wilayah.

Di Samboja, misalnya, dua pos akan difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan arus wisata setelah Lebaran.

“Untuk wilayah kecamatan, khususnya Samboja, akan ada Pos PAM dan Pos Yan. Pos PAM difokuskan di kawasan objek wisata pasca-Lebaran,” terangnya.

Adapun Pos Yan di wilayah tersebut akan ditempatkan di rest area dan Kilometer 38 Bukit Soeharto, jalur utama penghubung Tenggarong menuju Balikpapan yang kerap dipadati kendaraan.

“Pos Yan akan difokuskan di rest area maupun di Kilometer 38 Bukit Soeharto yang berada di jalur Tenggarong menuju Balikpapan,” tambahnya.

Tak hanya jalur pesisir, perhatian juga diberikan pada jalur hulu yang setiap tahun dilalui pemudik dari Samarinda menuju Kota Bangun hingga Kutai Barat.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Polres Mahulu Berencana Siapkan 6 Pos Pengamanan

“Untuk jalur hulu yang dilalui pemudik dari Samarinda menuju Kota Bangun hingga Kutai Barat, nantinya akan didirikan pos di Kota Bangun untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang melaksanakan mudik,” pungkasnya.

Jalur Dikebut

Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus berbenah di sejumlah titik jalan wilayah Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat.

Terbaru, pengerjaan ruas Kota Bangun–Muara Leka–Muara Muntai sepanjang 72,13 kilometer terus dikejar.

Manager Proyek PT Rifa Mandiri Indonesia, Reksa Lempo, menjelaskan proyek ini mencakup tiga lingkup pekerjaan utama, yakni pemeliharaan rutin jalan sepanjang 67,20 km, preservasi koridor logistik (rehabilitasi mayor dan minor) sepanjang 4,90 km serta rehabilitasi jembatan sepanjang 30 meter.

Target Bebas Genangan

Di lapangan, tim teknis melakukan pengaspalan ulang, beton bahu jalan, perbaikan saluran mortar, sertapatching untuk menutup  lubang.

Reksa menegaskan pekerjaan grading bahu jalan menjadi perhatian khusus karena berfungsi mengatur kemiringan agar air tidak menggenang di badan jalan.

“Genangan air adalah musuh utama yang bisa merusak struktur jalan dengan cepat,” jelasnya.

Perbaikan ini diharapkan meminimalkan kendala bagi pemudik yang melintasi jalur tengah Kalimantan Timur.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026 Travel Cendana Lakukan Pengecekan 22 Armada di Balikpapan

Dengan penutupan lubang dan perataan bahu jalan, jarak pandang serta keamanan berkendara diproyeksikan meningkat.

“Kami semaksimal mungkin agar masyarakat bisa mudik 2026 dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga kelancaran angkutan logistik selama Lebaran,” pungkasnya.

Siaga Penuh

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di wilayah Bumi Daya Taka menjelang arus mudik Lebaran.

Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melakukan perjalanan mudik.

Kasat Lantas Polres Paser, AKP Weny Wahyuningsih, menyampaikan terdapat beberapa ruas jalan yang menjadi titik rawan kecelakaan di Kabupaten Paser.

“Titik rawan kecelakaan itu di jalan negara kilometer 72 Desa Jemparing, Kecamatan Long Ikis; jalan negara Kecamatan Long Kali; jalan negara kilometer 13 dari arah Kuaro menuju Gunung Rambutan; dan jalan negara Kecamatan Paser Belengkong,” terang Weny, Kamis (26/2/2026).

Ia memastikan kecelakaan akibat kerusakan jalan di Kabupaten Paser relatif minim.

Menurutnya, faktor dominan kecelakaan lalu lintas masih berasal dari kesalahan manusia.

“Penyebab laka akibat kerusakan jalan sudah kecil kemungkinan terjadi karena jalan di Paser sudah bagus. Kalaupun ada laka lantas, kemungkinan disebabkan faktor manusia atau kelalaian,” tambahnya.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Logistik Kota Bangun–Muara Muntai Sepanjang 72 km Terus Dikebut

Selain pemetaan titik rawan, Satlantas Polres Paser juga menyiapkan sejumlah skema menghadapi puncak arus mudik.

Salah satunya dengan menyiagakan personel di pos pelayanan, pengamanan, dan pos terpadu yang akan mulai disiapkan sepekan sebelum Lebaran.

“Kami akan siagakan personel di beberapa pos. Tahun ini tidak ada penambahan pos terpadu. Kemungkinan yang bertambah adalah pos pelayanan dan pengamanan karena disesuaikan dengan situasi kegiatan masyarakat,” ungkapnya.

Weny mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat mudik.

“Kalau lelah atau mengantuk, berhentilah di pos yang telah disiapkan. Jangan memaksakan diri untuk lanjut. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat dan jangan lupa berdoa agar selamat sampai tujuan karena ada keluarga yang menunggu,” pungkasnya.

Ramp Check di Berau

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan, menjelaskan persiapan arus mudik di Berau masih difokuskan pada pemeriksaan ramp check.

Ia menyebut koordinasi telah dilakukan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Dinas Perhubungan (Dishub) guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

“Masih sebatas pemeriksaan ramp check, baik pada Damri maupun bus-bus karyawan,” ungkapnya kepada Tribun Kaltim, Kamis (26/2/2026).

Pemeriksaan meliputi kelayakan teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga aspek keselamatan seperti sistem pengereman, lampu, ban, serta perlengkapan darurat.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026 Travel Cendana Lakukan Pengecekan 22 Armada di Balikpapan

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan seluruh armada dalam kondisi prima.

“Damri di Berau melayani jalur ke Samarinda dan Tanjung Selor. Setiap tahun selalu ada yang menggunakan moda tersebut untuk mudik,” jelasnya.

Pihaknya juga masih menunggu hasil survei terakhir yang akan dilaksanakan bersama Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) untuk mengidentifikasi potensi kendala di lapangan.

“Kalau untuk titik kepadatan dan titik rawan, kami masih melakukan rapat koordinasi,” tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.