TRIBUNSTYLE.COM - Kota Surakarta atau yang akrab disapa Solo memang tak pernah kehabisan daya tarik.
Bukan hanya wisata dan budayanya yang memikat, ragam kuliner lezat di kota ini juga selalu berhasil menggoda selera.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Solo terasa semakin hidup.
Salah satu yang paling banyak diburu adalah kuliner kaki lima.
Selain harganya yang bersahabat, cita rasa yang ditawarkan pun tak kalah istimewa.
Bahkan, beberapa di antaranya sudah melegenda dan tetap eksis hingga sekarang.
Baca juga: 5 Spot Jajan Takjil Terlengkap di Solo, Kuliner Murah Meriah, Ada Es Kapal hingga Menu Khas Korea
Nama warung ini tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Solo.
Berdiri sejak tahun 1970, Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno menjadi salah satu ikon kuliner malam di kota Solo.
Meski mulai buka pada tengah malam, pembelinya tak pernah surut.
Warungnya memang sederhana, hanya berupa tenda kecil berukuran sekitar 20 meter persegi, namun soal rasa tak perlu diragukan.
Menu andalannya adalah gudeg ceker dengan cita rasa khas yang begitu nikmat.
Seporsi gudeg disajikan dengan nasi gurih, ayam kampung empuk, kuah kaldu, sambal krecek, telur bacem, serta ceker yang gurih dan lembut.
Jika ingin mencicipinya, kamu bisa datang langsung ke Jalan Monginsidi, Margoyudan, Surakarta.
Rekomendasi berikutnya adalah Nasi Liwet Yu Sani. Warung kaki lima ini berada di trotoar pinggir jalan dengan tenda sederhana.
Pengunjung bisa memilih duduk di bangku atau lesehan.
Menu utamanya tentu saja nasi liwet lengkap dengan sayur labu, cabai, areh, dan suwiran ayam.
Pembeli juga bebas memilih tambahan lauk sesuai selera, mulai dari potongan ayam, ati ampela, telur, uritan, hingga aneka jeroan ayam lainnya.
Sate kere menjadi salah satu kuliner khas Solo yang cukup populer.
Berbeda dari sate pada umumnya, sate kere terbuat dari tempe gembus. Meski sederhana, rasanya tetap menggugah selera.
Di warung ini, tersedia pula berbagai pilihan sate lain seperti daging, usus, babat, ati, paru, ginjal, dan kikil.
Biasanya sate kere disajikan dengan bumbu kacang yang kental, lengkap dengan irisan cabai dan bawang merah yang menambah kenikmatan.
Bagi yang ingin menikmati sajian berbeda, Harjo Bestik Solo bisa menjadi pilihan.
Warung tenda ini menyajikan beef steak ala Eropa yang disantap bersama nasi putih.
Menu andalannya adalah bestik lidah. Selain itu, tersedia pula pilihan lain seperti uritan, ampela ati, hingga daging cacah.
Harjo Bestik Solo memiliki tiga cabang yang berada di Jalan dr Rajiman, Jalan Kapten Mulyadi, dan Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah.
Tengkleng Bu Edi merupakan kuliner kaki lima legendaris di Solo yang berlokasi di kawasan Pasar Klewer.
Warung sederhana ini terkenal dengan tengkleng kambing berkuah gurih pedas kaya rempah.
Tulang kambing dengan sedikit daging dimasak hingga empuk dan meresap.
Kuahnya cenderung encer tanpa santan pekat, sehingga terasa ringan namun tetap kuat rasanya.
Disajikan di atas pincuk daun pisang, sensasi menyeruput sumsum jadi daya tarik tersendiri.
Harga mulai sekitar Rp30 ribuan per porsi. Biasanya buka siang hari dan sering cepat habis karena selalu ramai pembeli.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com