BANJARMASINPOST.CO.ID- Anwar Razak masih ingat jelas bagaimana ia pertama kali mengetahui ada bom molotov di teras rumahnya di Jalan Belitung Darat Kompleks Belitung Permai Kelurahan Belitung Utara Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin pada Senin (23/2) sekitar pukul 19.00 Wita.
Ketika itu ia mendengar suara seperti benda jatuh di teras. “Waktu itu habis buka puasa dan salat magrib, ada kedengaran seperti orang melempar,” ujar Anwar.
Awalnya ia tidak memedulikan. Demikian pula terhadap cahaya yang berkedap-kedip terlihat dari jendela.
Kemudian terdengar teriakan dari luar dan Anwar pun melihat api menyala. “Ketika saya keluar, api sudah besar,” jelasnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelempar Molotov di Cemara Raya Ujung Banjarmasin, Diduga Dipicu Masalah Asmara
Api berkobar di pojok teras di samping pintu, tepat dari atas guci, dan nyaris membakar meteran listrik di dinding.
Di tengah kekagetan, Anwar bergegas mengambil air untuk memadamkan api. Warga yang mengetahui adanya kebakaran turut membantu memadamkan hingga rumah Anwar selamat dari api.
Dia dan warga kemudian mencari tahu penyebab kebakaran. Ternyata di dalam guci terdapat botol plastik dan sisa sumbu. Benda itu diduga kuat merupakan bom molotov yang dilempar oleh seseorang.
Siapa pelakunya pun dicari tahu. Sementara rekaman CCTV hanya menampilkan sesosok anak kecil yang melintas. Kejadian ini juga telah diketahui polisi.
Sejak kejadian itu, rutinitas keluarga Anwar berubah. Mereka lebih waspada, memastikan lampu teras tetap menyala dan senantiasa sigap setiap kali ada suara asing di luar rumah.
Tetangga pun ikut merasakan keresahan. Mereka berkumpul, berbincang dan saling mengingatkan untuk lebih berhati-hati. Solidaritas tumbuh. Tetapi di baliknya ada rasa takut yang belum terjawab.
Bagi Anwar, rumah bukan sekadar bangunan. Itu adalah tempat ia membesarkan anak-anak, berbagi cerita, dan merajut kehidupan. Ancaman terhadap rumah berarti ancaman terhadap rasa damai yang ia jaga selama ini.
Meski begitu, ia tidak ingin larut dalam ketakutan. Anwar terus berdoa dan menanti hasil penyelidikan polisi. Ia percaya penyelidikan akan menemukan jawaban. “Biar kami tunggu saja,” ujar Anwar
Sikap sabar terutama di tengan bulan suci Ramadan ini membuatnya dihormati warga sekitar. Mereka melihat Anwar sebagai sosok yang tenang, tidak mudah terpancing emosi, dan tetap menjaga kesejukan di tengah keresahan.
“Saya tidak ingin berspekulasi. Biarlah polisi yang menyelidiki,” kata Anwar.
Kalimat itu ia ulang beberapa kali kepada jurnalis Banjarmasin Post. Baginya, menahan diri lebih baik daripada menebar dugaan yang bisa memperkeruh suasana.
Baca juga: Pasca Teror Molotov, Warga Belitung Permai Banjarmasin Perketat Penjagaan Malam
Apalagi peristiwa ini menyusul dua pelemparan bom molotov di lokasi terpisah di Banjarmasin. Pertama di rumah warga Jalan Cemara Raya Ujung, Kompleks Herlina Kelapa Indah 2, Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu (22/2) petang.
Untuk kejadian ini, polisi berhasil menangkap seorang tersangkanya pada Selasa (24/2).
Demikian pula pelempar bom molotov di Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Senin sekitar pukul 03.00 Wita.
Di sini pelaku terekam kamera CCTV. Tersangka pun mengaku melakukannya karena sakit hati dengan keluarga mantan istri. (Banjarmasinpost.co.id/saifurrahman)