Dipaksa Berhubungan Badan hingga Dibunuh Secara Brutal, Siswa SMP di Sikka Habisi Nyawa Adik Kelas
Gordy Donovan February 28, 2026 12:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kematian misterius STN (14) siswa kelas VIII SMP MBC Ohe di Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan mulai terungkap.

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga memberikan rilis kepada wartawan, Jumat (27/2/2026) malam setelah penetapan FRG (16) sebagai tersangka.

Sebelumnya, STN ditemukan tewas mengenaskan di Kali Watuwogat, Dusun Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Senin (23/2/2026) sore.

Korban dan pelaku merupakan satu sekolah. Korban sebagai adik kelas dan pelaku atau tersangka merupakan kakak kelas, yaitu kelas IX.

Baca juga: Polisi Ungkap Detik-detik Anak 16 Tahun Habisi Nyawa Siswi SMP di Sikka NTT

Tetapkan Tersangka

Reinhard menyatakan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka bernisial FRG (16) dan kini ditahan di rumah tahanan Polres Sikka.

Ia menyampaikan peristiwa memilukan ini terjadi pada hari Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 15.30 WITA, bertempat di rumah pelaku Inisial FRG (anak ) yang berlokasi di wilayah hukum Polsek Kewapante Polres Sikka. 

Kejadian bermula saat korban STN mendatangi rumah FRG dengan maksud mengambil gitar. 

Kata dia, situasi kemudian memanas di area dapur setelah terjadi perselisihan yang dipicu oleh tindakan FRG yang memaksa korban melakukan hubungan badan serta ancaman korban untuk melaporkan perbuatan tersebut.

"Ketegangan memuncak saat FRG merampas telepon genggam korban, yang disusul dengan terjadinya kontak fisik di antara keduanya. Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, FRG menggunakan sebilah parang bekas membelah durian untuk menganiaya korban secara sadis,"ujarnya.

Ia menyebutkan FRG melukai leher dan kepala korban berulang kali hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka yang sangat parah. 

Setelah memastikan korban tak bernyawa, FRG berusaha menyembunyikan jasad korban di belakang rumah dengan menutupinya menggunakan daun talas dan bambu.

Merasa tidak aman, pelaku FRG memindahkan lagi korban tempat kedua yakni di kali dan menutupnya dengan kayu dan daun sebelum akhirnya melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende.

Dilaporkan Hilang

Kejadian itu bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, saat STN pergi ke rumah salah satu kerabat untuk mengambil gitar miliknya yang dipinjam. 

Hingga pukul 20.00 Wita, korban belum kembali.

Keluarga berupaya mencari ke kerabat dan tetangga, namun tidak menemukan korban. 

Laporan kehilangan kemudian dibuat ke Polsek Kewapante pada Minggu (21/2/2026) dan polisi bersama keluarga melakukan pencarian.

Pencarian membuahkan hasil di Kali Watuwogat setelah tercium bau menyengat. Jasad korban ditemukan tertimbun di bawah tumpukan rumput, kayu, dan bambu yang dipalang.

Hingga kini, polisi masih menindaklanjuti kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian STN dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Diduga Kabur saat Berobat

Sementara itu, SG (47) terperiksa lain meninggalnya STN, siswi SMP MBC Ohe dikabarkan kabur, Jumat 27 Februari 2026 sore. SG merupakan ayah dari FGR (tersangka anak).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SG diduga dibawa oleh anggota Polres Sikka ke RSUD TC. Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis setelah sebelumnya mengeluh sakit. 

Namun, di sela-sela proses pengobatan tersebut, SG berhasil meloloskan diri dan hingga kini keberadaannya belum diketahui. 

"Informasi terduga pelaku Kabur, Kami menuju Polres Sikka, " Kata Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, Jumat malam. 

Sebelumnya, SG (ayah), dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. 

Sementara itu, FRG (anak), diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.

Beredar kabar, SG (Ayah) terduga pelaku merupakan seorang dukun di kampung Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. (*).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.