Istri Gubernur Kaltim Disorot karena Outfit Glamor, Punya Harta Rp166,5 M dan Utang Rp112,6 M
Amirullah February 28, 2026 02:03 PM

SERAMBINEWS.COM – Nama Sarifah Suraidah Abidien Harum belakangan ikut ramai diperbincangkan publik.

Bukan hanya karena statusnya sebagai istri Gubernur Kalimantan Timur, tetapi juga karena gaya penampilannya yang kerap mencuri perhatian dan tentu saja, harta kekayaannya.

Sarifah Suraidah merupakan istri dari Rudy Masud, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebelumnya, nama Rudy Masud sempat viral terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Di tengah sorotan itu, publik ikut menaruh perhatian pada sosok sang istri.

Sarifah ternyata bukan sekadar pendamping kepala daerah. Ia dikenal sebagai figur publik yang memiliki pengaruh politik di tingkat nasional.

Aktivitas dan penampilannya kerap menjadi bahan perbincangan, terutama di media sosial.

Lewat akun Instagram pribadinya, Sarifah sering membagikan potret dirinya mengenakan dress panjang bermotif bunga, dipadukan dengan perhiasan mencolok serta topi lebar yang membuat penampilannya tampak berbeda.

Gaya busana yang glamor dan terkesan klasik itu membuat sebagian warganet menyamakannya dengan bangsawan Belanda atau perempuan Eropa tempo dulu.

Namun di balik sorotan gaya hidupnya, laporan harta kekayaannya juga tak luput dari perhatian.

Baca juga: 5 Fakta Terbaru Kasus Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Teman Sendiri, Terencana & Sempat Asah Kapak

Rincian Harta Kekayaan Sarifah Suraidah

Sebagai pejabat negara, Sarifah tercatat melaporkan kekayaannya dalam LHKPN. Berdasarkan data per 22 Maret 2025 untuk periode 2024, total kekayaan bersihnya mencapai Rp 166.519.280.429.

Berikut rinciannya:

1. Tanah dan Bangunan – Rp 26,5 miliar

Terdiri dari lima aset properti yang tersebar di Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Aset terbesar berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 15 miliar.

2. Alat Transportasi – Rp 250 juta

Tercatat memiliki tiga unit mobil, yakni Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).

3. Kas dan Setara Kas – Rp 28 miliar

4. Harta Lainnya – Rp 224 miliar

Di sisi lain, Sarifah juga melaporkan kewajiban berupa utang sebesar Rp 112,6 miliar.

Total kekayaan bersih setelah dikurangi utang tersebut mencapai Rp 166,5 miliar lebih. 

Baca juga: Mudik Gratis Kemenhub RI Dibuka 1 Maret, Layani Rute Jakarta–Banda Aceh dan Banda Aceh–Jakarta

Profil dan Karier Politik Sarifah Suraidah

Lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981, Sarifah memiliki akar yang kuat di Kalimantan Timur.

Sebelum terjun ke politik, ia merupakan seorang pengusaha sukses yang menjabat sebagai pemimpin di PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade (2014–2023).

Karier politiknya memuncak saat ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar.

Ia maju dari Dapil Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi suaminya yang memilih berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur.

Di internal partai, Syarifah juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim.

Kegiatan Sosial dan Pemberdayaan

Selain kesibukan di parlemen, Sarifah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Ia mendirikan Bestie Sarifah Suraidah (BSS), sebuah komunitas sosial, serta menginisiasi Harum Center Foundation. 

Lembaga ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan misi sosial bagi warga di wilayah Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Anggaran Fantastis Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Seperti diketahui, suami Sarifah Suraidah, Gubernur Kaltim Rudy Masud juga tuai sorotan buntut pernyataan terkait pengadaan mobil dinas baru.

Polemik ini bermula dari anggaran fantastis mencapai Rp 8,5 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk kendaraan dinas operasional sang gubernur di Jakarta.

Rudy Masud secara terbuka menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah seperti Kijang karena dianggap tidak merepresentasikan kekuatan ekonomi daerahnya.

"Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tegas Rudy saat menanggapi kritik terkait pengadaan tersebut pada Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 28 Februari 2026 Naik Rp 40.000 per Gram, UBS dan Galeri 24 Ikut Menguat

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang sedang diproses tersebut merupakan jenis SUV hybrid mewah dengan spesifikasi teknis tinggi, yakni mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP yang didukung motor listrik 140 kW.

Pengadaan ini memicu gelombang protes dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026).

Menghadapi desakan tersebut, Rudy Masud meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berpikiran negatif.

"Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta," ujar Rudy

Rudy berargumen bahwa pemilihan spesifikasi mobil tersebut masih berada dalam koridor hukum, khususnya merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah.

Selain itu, ia menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia menyusul keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, fasilitas yang mumpuni diperlukan untuk menyambut tamu-tamu internasional agar martabat daerah tetap terjaga.

"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tersebut. 

(Serambinews.com/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.