TRIBUNJAKARTA.COM - Mulyadi (55), pengemudi Toyota Avanza yang sempat menjadi sasaran amukan massa usai kecelakaan di dekat Ruko Bekasi Mas, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, meninggal dunia.
"Iya meninggal dunia kemarin," ujar Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026) seperti dikutip dari Kompas.com.
Sebelumnya, Mulyadi sempat dilarikan ke RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid karena mengalami sesak napas setelah insiden kecelakaan yang disertai kericuhan tersebut.
Pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB, ia kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis lanjutan.
"Sekitar pukul 13.35 Saudara Mulyadi dinyatakan meninggal dunia di RS Dr. Chasbullah Abdulmadjid," ujar Rojali
Kecelakaan bermula saat mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Mulyadi melaju dari arah Islamic Centre (selatan) menuju arah Pemerintah Kota Bekasi (utara).
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri.
"Setibanya di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai Mulyadi tiba-tiba oleng ke kiri hingga membentur juru parkir atas nama Jumi (56) dan barier beton," kata Rojali.
Sebagian badan mobil sempat naik ke trotoar.
Saat hendak mundur, kendaraan tersebut justru membentur sepeda motor Honda Supra 125 yang dikendarai Suyatno serta Honda Vario 160 yang dikendarai Aditya Heri Pratama.
Mobil kemudian kembali mencoba melaju ke depan.
Namun kendaraan kembali oleng ke kanan hingga membentur sepeda motor milik Fandi Satia Engge dan Honda Beat yang dikendarai Firman Afala.
Akibat kejadian tersebut, Jumi mengalami luka berat dan dilarikan ke RS Hermina Kota Bekasi untuk mendapatkan perawatan. Sejumlah kendaraan yang terlibat juga mengalami kerusakan parah.
Keempat sepeda motor yang terlibat sempat diamankan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk kepentingan pendataan.
Meski demikian, kasus kecelakaan tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum.
Para pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
"Semuanya sepakat bermusyawarah dan tidak akan membuat laporan polisi," kata Rojali.
Sebelumnya, peristiwa kecelakaan tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lbj_jakarta dan menuai beragam komentar warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga berhenti untuk melihat kondisi kecelakaan.
Beberapa orang terlihat mematahkan wiper, merusak spion, membawa batu, hingga berupaya memecahkan kaca mobil.