Gedung Baru Pasar Mardika Ambon Memprihatikan: Sampah Bertebaran hingga Dinding Dikencingi
Fandi Wattimena February 28, 2026 03:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gedung baru Pasar Mardika tak lepas dari sorotan, terlebih persoalan kebersihan.

Sampah yang tak ada habisnya, di sejumlah sisi gedung sampah bertebaran.

Paling parah terpantau di area tangga darurat: sampah plastik, sisa makanan, dan kardus bekas berserakan.

Memprihatinkan, terdapat limbah manusia berupa air seni yang ditampung dalam botol bekas kemasan air minum.

Pada dinding dipenuhi cairan beraroma pesing menyengat.

Salah seorang pengunjung, Imen (33), mengaku prihatin dengan kondisi kebersihan pasar yang dinilainya jauh dari harapan.

“Kalau mau dilihat juga, beta merasa agak kurang nyaman lihat sampah berserakan begini. Kalau pribadi beta saja mengganggu sekali, apalagi par pedagang,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Laut Arafuru Bagian Barat Potensi Alami Gelombang Tinggi per 28 Februari

Baca juga: ‎Safari Ramadan Perdana, Bupati-Wabup Sambangi Negeri Wolu Malteng Serahkan 150 Paket Sembako

Menurutnya, keberadaan gedung baru seharusnya menjadi momentum perubahan, bukan sekadar pergantian fisik bangunan.

Sebagai ikon baru perdagangan di Ambon, Pasar Mardika diharapkan menjadi wajah kemajuan tata kelola pasar tradisional di Maluku.

Revitalisasi tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga manajemen kebersihan, kedisiplinan pedagang, serta pengawasan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pengelola pasar.

“Gedungnya memang bagus, tapi kalau kasi biar sampah kaya begini terus ya nanti tetap sama saja dengan pasar lama. Beta harap pengelolaan kebersihan harus lebih serius,” tambahnya.

Dia pun menunggu langkah konkret Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku dan manajemen Pasar Mardika. 

Evaluasi sistem kebersihan, penambahan fasilitas pendukung, hingga pengawasan yang lebih tegas dinilai mendesak dilakukan.

Sebab tanpa pengelolaan yang serius, gedung megah senilai Rp134,8 miliar itu berisiko kembali menjadi potret lama dengan kemasan baru. Besar secara fisik, namun lemah dalam tata kelola.

"Harus segera disikapi," tandasnya.

Diketahui, gedung pasar Mardika diresmikan pada Kamis, 18 April 2024 dengan konsep tradisional modern.

Bangunan empat lantai ini seluas 20.171 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.700 pedagang.

Proyek ini menelan anggaran APBN sebesar Rp134,8 miliar dan digadang-gadang menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat serta pusat perdagangan berstandar nasional di Maluku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.