AS dan Israel Serang Iran, Eks Dubes RI: Trump dan Netanyahu Tak Bisa Dipercaya dan Pengecut
Nuryanti February 28, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Eks Dubes Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Dia menegaskan hal ini menjadi bukti bahwa Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, adalah pemimpin yang tidak bisa dipercaya.

"Tolong dilihat, negara Israel dan induknya Amerika, orang-orangnya khususnya Trump dan Netanyahu memang tidak bisa dipercaya," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu.

Dian mengungkapkan Trump seakan ingkar janji atas negosiasi terkait senjata nuklir dengan Iran.

Sebagai informasi, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, negosiasi antara AS dan Iran terkait nuklir telah mengalami kemajuan.

Baca juga: Wilayah Iran yang Dirudal Israel Bertambah, 6 Kota Jadi Sasaran

Adapun negosiasi dilakukan di Gedung Putih pada Jumat (27/2/2026). Sementara, Albusaidi diplot sebagai pihak mediator dalam negosiasi tersebut.

Bahkan, dia menyebut Iran sudah menyepakati untuk lebih banyak menggunakan uranium untuk kebutuhan produksi bahan bakar alih-alih nuklir.

Namun, pasca negosiasi tersebut, AS justru seakan mengingkari kesepakatan tersebut dengan menyerang Iran.

Kembali ke pernyataan Dian, ia menegaskan serangan AS dan Israel ke Iran adalah tindakan negara pengecut.

"Ketika dibuat tenang dengan janji-janji, negosiasi, tapi di saat itu Israel dan AS menyerang Iran. Ini tindakan pengecut dan bukan tindakan terpuji dari kategori apapun," tegasnya.

Dian juga menegaskan AS dan Israel adalah negara pengecut karena serangan dilakukan di tengah suasana Ramadan.

Padahal, kata Dian, masyarakat Iran begitu menghormati Ramadan dan kini berfokus untuk melakukan ibadah di bulan suci tersebut.

"Sebaliknya AS dan Israel ini amat sangat biadab dengan memanfaatkan ketenangan bulan Ramadan di Iran untuk menyerang. Itu tindakan tidak terpuji dan sangat-sangat terkutuk," ujarnya.

Lebih lanjut, Dian menduga negosiasi antara Iran dan AS terkait kepemilikan nuklir hanya berdasarkan keinginan Trump semata.

Ia mengungkapkan hal semacam itu bukanlah bentuk negosiasi tetapi wujud intimidasi AS terhadap Iran.

Baca juga: Trump Umumkan Operasi Militer di Iran, IDF Bunyikan Sirene Darurat, Warga Israel Diminta Berlindung

Trump Sebut Serangan ke Iran demi Lindungi Rakyat AS

SERANG IRAN - Presiden AS, Donald Trump saat mengumumkan serangan ke Iran bersama dengan Israel, Sabtu (28/2/2026).
SERANG IRAN - Presiden AS, Donald Trump saat mengumumkan serangan ke Iran bersama dengan Israel, Sabtu (28/2/2026). (YouTube White House)

Sebelumnya, Trump mengungkapkan serangan dilakukan demi melindungi rakyat AS dari rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi serangan di Iran. Tujuan utama kita yakni melindungi masyarakat AS dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran," katanya dikutip dari video yang diunggah di YouTube Gedung Putih.

Ia mengatakan AS akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir dan menuduh Teheran berupaya membanun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam pihaknya dan sekutu.

"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah," tegasnya.

Trump juga mengklaim telah berbicara kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan mendesak para anggotanya untuk menyerah.

"Kalian harus meletakkan senjata. Kalian akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh atau kalian akan menghadapi kematian yang pasti," tuturnya.

Di sisi lain, Trump juga sempat memberikan pernyataannya pada Jumat (27/2/2026) kemarin dengan menyatakan tidak puas atas situasi terkini dan kekuatan militer Iran.

Dia ingin agar Iran tidak memiliki senjata nuklir. Namun, menurutnya negosiasi telah berjalan alot.

"Kami tidak terlalu puas dengan cara mereka (Iran) bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi," ujarnya di Gedung Putih setelah pembicaraan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran, dikutip dari The Guardian.

Baca juga: Iran Membara! Ledakan Beruntun Guncang Sejumlah Kota, Internet Lumpuh, Rumah Sakit Siaga Penuh

Trump juga mengatakan pihaknya lebih memilih jalur diplomasi terkait kepemilikan senjata nuklir tersebut.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa Iran dilarang untuk memiliki senjata nuklir.

"Akan sangat baik jika mereka bernegosiasi dengan itikad baik dan kesadaran, tetapi sejauh ini mereka belum mencapainya," tuturnya.

Kendati demikian, pernyataan berbeda terkait negosiasi antara AS dan Iran disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, selaku mediator kedua negara.

Dia mengatakan pembicaraan terbaru telah mencapai kemajuan signifikan dan bahwa 'perjanjian damai adalah dalam jangkauan kita'.

Albusaidi menuturkan bahwa Iran telah sepakat untuk tidak menggunakan bahan nuklir untuk membuat bom.

"Persediaan uranium (di Iran) akan diperkaya dan dicampur hingga tingkat terendah yang mungkin akan diubah menjadi bahan bakar," katanya kepada CBS News.

Dia berharap kemauan Iran untuk tidak memproduksi senjata nuklir dapat mencegah serangan AS ke Teheran.

"Saya harap begitu," katanya singkat.

Dampak Serangan AS dan Israel ke Iran

IRAN DISERANG - Serangan AS dan Israel menyasar ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2/2026). Presiden AS Donald Trump menegaskan serangan dilakukan demi melindungi rakyatnya dari rezim Khamenei.
IRAN DISERANG - Serangan AS dan Israel menyasar ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2/2026). Presiden AS Donald Trump menegaskan serangan dilakukan demi melindungi rakyatnya dari rezim Khamenei. (Tangkapan layar dari akun X Global Eye)

Serangan AS dan Israel berdampak terhadap beberapa kota di Iran.

Menurut laporan dari media lokal Iran, terdengar ledakan besar di Kota Qom, Kermanshah, dan Karaj.

Adapun Qom merupakan tempat berdirinya seminari syiah terbesar di dunia. Lalu, terdengar pula ledakan di Kota Tabriz, barat laut Iran.

Selain itu, dilaporkan pula markas utama Ali Khamenei di pusat kota Teheran telah diserang oleh AS dan Israel.

Baca juga: AS dan Israel Serang Iran, Ali Khamenei Diungsikan, Teheran Diguncang Ledakan

Namun belum diketahui dampak dari serangan tersebut.

Hanya saja, menurut laporan dari salah satu pejabat Iran kepada Reuters, Khamenei sudah dipindahkan ke lokasi yang aman pasca serangan tersebut.

Pasca serangan terjadi, Iran menegaskan bakal melakukan pembalasan.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.