SURYA.co.id SURABAYA – Crazy rich Surabaya yang juga anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arizal Tom Liwafa, S.T., M.M., M.H., resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dari Universitas Airlangga (Unair).
Ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang berlangsung di Kampus Pascasarjana Unair, Sabtu (28/1/2026).
Disertasi berjudul “Pengaruh Entrepreneurial Orientation dan Knowledge Transfer Terhadap Innovation Aesthetics dan Sustainable Competitive Advantage” tersebut membahas bagaimana orientasi kewirausahaan dan transfer pengetahuan mampu mendorong inovasi estetika serta menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya bagi sektor UMKM di Indonesia.
“Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perusahaan, khususnya UMKM, dapat terus berinovasi dan bersaing secara berkelanjutan di era yang semakin kompetitif,” ujar Tom, sapaan karibnya.
Ia menyampaikan bahwa risetnya didedikasikan untuk para pelaku UMKM.
Baca juga: Wakil Rektor UM Surabaya Radius Setiyawan Sandang Gelar Doktor, Angkat Disertasi Soal Ini
“Saya memberikan disertasi ini kepada kawan-kawan, khususnya di sektor UMKM. Dengan adanya penelitian ini, semoga bisa menjadi masukan buat teman-teman untuk selalu berinovasi,” tuturnya.
Menurutnya, inti dari penelitian tersebut adalah bagaimana seorang entrepreneur harus terus melakukan inovasi agar produknya tidak tergerus persaingan pasar.
“Bahasa gampangnya, sebagai seorang entrepreneur itu harus selalu melakukan inovasi agar produk kita tidak tergerus,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan utama UMKM dalam berkembang, yakni keterbatasan riset dan pemanfaatan media sosial.
Meski demikian, perkembangan platform marketplace dinilai telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha di berbagai daerah untuk memperluas pasar.
Menariknya, ia mengungkapkan bahwa perjalanan studi doktoralnya ditempuh dalam waktu sekitar tiga tahun delapan bulan.
Baca juga: Angkat Disertasi Soal Kiprah AHY Selamatkan Demokrat, Herzaky Mahendra Raih Doktor PSDM Unair
Ia mengaku sengaja menargetkan publikasi di jurnal internasional bereputasi Q1 terindeks Scopus, yang prosesnya dinilai lebih ketat karena melalui audit eksternal dari para akademisi global.
“Kalau mau cepat mungkin bisa, tapi nilainya jadi biasa saja. Saya memilih mengejar Q1 karena proses verifikasinya ketat dan diakui secara internasional,” ujarnya.
Dalam proses penyusunan disertasi, ia banyak berdiskusi dan berkolaborasi dengan promotor.
Ia juga menggunakan pendekatan metodologi kuantitatif dengan perangkat analisis statistik untuk memastikan kualitas risetnya.
Meski telah menyandang gelar doktor, Arizal mengaku belum berencana langsung terjun ke dunia akademik sebagai pengajar.
“Dari umur lima tahun saya tidak pernah berhenti sekolah. S1, S2, hingga S3. Sepertinya saya akan rehat dulu,” katanya sambil tersenyum.
Ke depan, ia berharap hasil penelitiannya tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional.