TRIBUNNEWS.COM - Persis Solo kini benar-benar berada di ujung tanduk di Super League 2025/2026.
Dengan hanya 13 poin dari 22 pertandingan, klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu menduduki peringkat ke-18 klasemen dan terpaut lima poin dari zona aman degradasi.
Tren tanpa kemenangan yang berkepanjangan semakin memperburuk situasi, dan kini Persis mendapatkan pukulan telak.
Winger andalannya yakni Febri Hariyadi mengalami cedera.
Pemain pinjaman dari Persib Bandung itu cedera cukup parah yang mengharuskannya dioperasi dan absen dalam waktu lama.
Manajemen Persis Solo tidak lagi bisa menutup mata atas hasil buruk tim di musim ini.
Di lima pertandingan kandang terakhir, Persis pun dibuat tak berdaya dan tak mampu meraih kemenangan.
Mereka kalah beruntun 0-1 melawan Borneo FC dan 0-1 melawan Persib Bandung. Kemudian disusul tiga hasil imbang berturut-turut, 0-0 vs PSIM Yogyakarta, 2-2 vs Madura United, dan 1-1 vs PSBS Biak.
Performa minor ini membuat Persis semakin terjebak di dasar klasemen.
Guna untuk keluar dari situasi ini, manajamen Persis langsung memberikan target tinggi kepada pelatih kepala Milomir Seslija.
Pelatih asal Bosnia itu dituntut untuk meraih enam poin dari dua laga Persis selanjutnya, yakni pekan ke-23, kandang vs Persik Kediri (Minggu, 1 Maret 2026), dan tandang ke markas Persijap Jepara (Kamis, 5 Maret 2026).
"Lewat evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen, Persis dengan ini menyatakan bahwa pelatih kepala, Milomir Seslija, akan diberi target enam poin untuk dua laga ke depan," bunyi pernyataan resmi Persis.
Kemudian, klub memastikan akan terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh elemen tim agar bisa mencapai target yang dibebankan.
Misi ini merupakan momen krusial bagi Laskar Sambernyawa untuk lolos dari degradasi.
Selain itu, manajemen juga turut meminta maaf kepada suporter sekaligus memohon dukungan maksimal hingga akhir musim.
Baca juga: Zona Degradasi Liga 1 Memanas: Kejutan Persijap & Semen Padang, Tembok Ratapan Persis Berlanjut
Namun kini disaat klub sedang berjuang memenuhi target tersebut, Persis harus kehilangan salah satu senjata utamanya di sayap.
Febri Hariyadi, winger pinjaman dari Persib Bandung, mengalami cedera parah saat sesi latihan.
Hal ini disampaikan oleh Milomir Seslija dalam sesi pre match confence jelang pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, pada Sabtu (28/2/2026) sore.
Milo mengatakan bahwa Febri harus menjalani operasi dan dipastikan absen dalam waktu yang cukup lama.
Namun ia itu tidak merinci jenis cedera, dan menegaskan tim akan melakoni laga kandang melawan Persik tanpa kehadiran Febri.
"Kemarin ada problem. Febri Hariyadi yang sempat bermain dengan cukup baik dan fantastis kemarin harus mengalami cedera dan menjalani operasi," ucap Milomir Seslija, dikutip dari BolaSport.com.
"Ada beberapa insiden berupa benturan," kata Milo.
Kini dengan absennya Febri tentu menjadi pukulan telak bagi Persis yang sedang terancam degradasi.
Tanpa Febri, lini serang Persis akan kehilangan keseimbangan, terutama saat menghadapi Persik Kediri yang sedang butuh poin untuk menjauh dari zona merah.
Roman Paparyga yang baru bergabung juga masih terlalu dini untuk diandalkan sepenuhnya karena masih memerlukan adaptasi.
Jika dilihat dari papan klasemen saat ini, selisih 5 poin dari zona aman dengan hanya 12 laga tersisa memang masih mungkin dikejar.
Tetapi tren tanpa kemenangan Persis Solo menunjukkan degradasi bukan lagi ancaman abstra, melainkan realita yang semakin mendekat.
Persis wajib segera menang, tanpa kemenangan ancaman degradasi yang selama ini dihindari sejak promosi ke Liga 1 bisa menjadi kenyataan pahit di akhir musim 2025/2026.
Target enam poin di dua pertandingan ke depan tentu bukan hanya soal masa depan Milomir Seslija, tetapi juga soal kelangsungan hidup di kasta tertinggi di Sepak Bola Indonesia.


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)