TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Prof Hamzah Harun Al-Rasyid, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel.
Buka puasa bersama digelar di Sekretariat DPW PKB Sulsel, Jalan Prof Abdurahman Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Prof Hamzah Harun memuji kepemimpinan Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
Politisi bergelar Doktor Ilmu Hukum tersebut dinilai konsisten dalam menjaga kedekatan partai dengan umat dan masyarakat.
Pujian tersebut disampaikan Prof Hamzah Harun saat memberikan ceramah Ramadan di hadapan jajaran pengurus PKB, kader, serta tamu undangan.
Ia menilai kepemimpinan Azhar Arsyad mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keumatan, dan kepedulian sosial.
Baca juga: 3 Jam Dihujani Pertanyaan, Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad Lulus Doktor dengan IPK 3,99 di UMI
“Saya akui betul-betul kesuksesan beliau, terlebih dalam memimpin PKB,” kata Prof Hamzah.
Perpaduan nilai politik dan nilai keagamaan yang dijalankan dalam kepemimpinan ini dinilai membuahkan hasil nyata.
PKB Sulsel di bawah kepemimpinan Azhar Arsyad berhasil mencatat sejarah baru pada Pemilu 2024.
Selain meraih delapan kursi DPRD Sulsel, PKB untuk pertama kalinya mengantarkan kadernya menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Tak hanya itu, secara total perolehan kursi PKB di Sulsel meningkat signifikan.
Dari 51 menjadi 69 kursi legislatif.
“Beliau sudah saya kenal sejak lama. Kepemimpinannya memang terbukti dan kemampuannya tidak diragukan,” ucap Prof Hamzah.
Dalam ceramahnya, Prof Hamzah juga menegaskan peran ibadah puasa dalam kehidupan umat Islam.
Menurutnya, puasa bukan hanya kewajiban ritual, tetapi kebutuhan pokok yang membentuk karakter, kesabaran, dan kepedulian sosial.
“Sesungguhnya puasa adalah kebutuhan pokok bagi umat Muslim. Dari puasa lahir pengendalian diri, empati, dan kepekaan terhadap sesama,” tuturnya.
Acara buka puasa bersama tersebut turut Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin.
Kemudian Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang.
Sementara itu, Azhar mengatakan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara PKB Sulsel dengan tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya dimaknai sebagai momentum ibadah, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial dan memperkuat kebersamaan.
Ia menyebutkan, silaturahmi yang terbangun menjadi modal penting dalam menjaga kedekatan partai dengan umat dan masyarakat luas.
“Ramadan menjadi ruang bagi PKB untuk menguatkan silaturahmi dan menyatukan langkah kader melalui konsolidasi internal,” kata Azhar.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar juga menyampaikan kesiapan partainya menghadapi agenda Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kabupaten dan kota.
Ia menegaskan, seluruh DPC PKB se-Sulsel telah melakukan persiapan untuk memastikan Muscab berjalan tertib dan sesuai mekanisme partai.
Rangkaian Muscab PKB di 24 kabupaten/kota se-Sulsel dijadwalkan berlangsung mulai 28 Maret hingga 20 April 2026.
Proses ini menjadi bagian penting dalam penguatan struktur partai di daerah.
Azhar menambahkan, hasil Muscab nantinya akan menjadi fondasi konsolidasi PKB Sulsel dalam menatap agenda politik ke depan, khususnya dalam mengejar target politik pada Pemilu 2029.
“Konsolidasi struktur adalah kunci. Dari Muscab inilah arah perjuangan dan kesiapan PKB Sulsel ke depan akan semakin dimatangkan,”katanya.(*)