SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (28/2/2026). Mereka menyerbu gelaran Pasar Murah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Komoditas pangan dengan harga miring menjadi daya tarik utama bagi para ibu rumah tangga. Antrean mengular sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok untuk kebutuhan Ramadan.
Pasar Murah ini digelar sebagai langkah konkret pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur, khususnya di pelosok Banyuwangi.
Perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan pasar tradisional membuat stok komoditas cepat menipis. Berikut adalah rincian harga bahan pokok yang dijual:
Salah satu warga, Lisa Sugiarti, mengaku rela mengantre sejak pukul 09.30 WIB untuk mendapatkan kuota belanja murah ini. Ia membawa pulang paket lengkap mulai dari ayam hingga cabai.
"Tadi belanja telur, tepung, minyak, ayam dan cabai. Beli banyak karena harganya jauh di bawah pasar. Baru selesai antre sekitar pukul 12.00 WIB," ungkap Lisa yang merupakan warga Desa Kalibaru Wetan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa keterjangkauan harga menjadi prioritas pemerintah agar kebutuhan logistik rumah tangga warga terpenuhi selama bulan Ramadan.
"Ini adalah proses konvergensi antara stabilisasi harga, pengendalian inflasi, sekaligus upaya mengenali produk-produk lokal UMKM yang siap dikurasi," tutur Khofifah di lokasi.
Provinsi Jawa Timur melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara rutin menggelar operasi pasar serupa di berbagai titik menjelang hari besar keagamaan. Hal ini dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga yang sering terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Data menunjukkan bahwa komoditas seperti daging ayam dan telur seringkali menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Timur menjelang bulan puasa.
Bagi Anda yang berencana datang ke lokasi Pasar Murah berikutnya, disarankan untuk: