TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan penolakannya terhadap rencana Iran untuk memiliki senjata nuklir.
Trump menyebut Iran sebagai rezim teroris, sehingga pihaknya tidak akan pernah mendukung program senjata nuklir negara tersebut.
"Selalu menjadi kebijakan Amerika Serikat, khususnya pemerintahan saya, bahwa rezim teroris ini tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump, dikutip dari unggahan di akun X pribadinya, Sabtu (28/2/2026).
"Saya akan mengatakannya lagi, mereka (Iran) tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambahnya.
Hal itu juga, kata Trump, yang menjadi alasan militer AS melakukan Operasi Midnight Hammer, pada Juni 2025 lalu, yang menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran.
"Itulah mengapa, dalam Operasi Midnight Hammer Juni lalu, kami menghancurkan program nuklir rezim tersebut di Fordow, Natanz, dan Isfahan," ucap Trump
Setelah serangan itu, Trump mengatakan pihaknya memperingatkan Iran agar tidak pernah melanjutkan upaya mereka mengejar senjata nuklir. Trump mengaku berulang kali berusaha membuat kesepakatan.
"Kami mencoba. Mereka ingin melakukannya. Kemudian, mereka tidak mau melakukannya. Lagi-lagi, mereka tidak mau melakukannya. Mereka tidak memahami apa yang sedang terjadi. Mereka hanya ingin berlaku seperti iblis," tuturnya.
Alasan Serang Iran
Donald Trump buka suara setelah negara yang dipimpinnya menyerang Iran bersama dengan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Dikutip dari Aljazeera, Trump menegaskan serangan dilakukan demi melindungi rakyat AS dari rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi serangan di Iran. Tujuan utama kita yakni melindungi masyarakat AS dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran," katanya.
Ia mengatakan AS akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir dan menuduh Teheran berupaya membanun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam pihaknya dan sekutu.
Baca juga: Wilayah Iran yang Dirudal Israel Bertambah, 6 Kota Jadi Sasaran
"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah," tegasnya.
Trump juga mengklaim telah berbicara kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan mendesak para anggotanya untuk menyerah.
"Kalian harus meletakkan senjata. Kalian akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh atau kalian akan menghadapi kematian yang pasti," tuturnya.