Alasan Kenapa Baru Jam 10 Pagi Perut Sudah Lapar saat Puasa, dr Tirta Ungkap Kesalahan Banyak Orang
Galuh Palupi February 28, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sering merasa perut kerucukan saat puasa, padahal baru jam 10 pagi? Mungkin ini kesalahan yang kamu lakukan.

Kebiasan ini sering dilakukan banyak orang, tapi ternyata merupakan kesalahan yang membuatmu justru merasa cepat lapar ketika puasa.

Dokter Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta menjelaskan kesalahan umum yang kerap dilakukan orang ketika makan di waktu sahur.

Orang sering berpikir makan karbohidrat seperti nasi dalam jumlah banyak bisa membuatmu betah berpuasa.

Padahal makan banyak karbohidrat saat makan sahur adalah sebuah kesalahan.

Baca juga: Daftar Menu Minuman Cocok Buat Buka Puasa di Solo, Ada Kafe Es Setabelan hingga Es Teler Om Otong

Ilustrasi makan sahur
Ilustrasi makan sahur (Shutterstock/ Odua Images)

"Ketika Anda makan terlalu banyak pada waktu subuh, kalian harus tahu bahwa jam 4 pagi adalah titik di mana insulin tubuh lagi tinggi-tingginya. Otomatis gula darah akan melonjak tajam (spike)," kata dr. Tirta seperti dikutip Grid.ID dari YouTube Tirta PengPengPeng, Jumat (27/2/2026).

Lonjakan gula darah yang drastis ini akan diikuti oleh penurunan gula darah yang drastis pula. Efeknya, tubuh malah akan merespons dengan rasa lapar yang lebih cepat, lelah, dan rasa kantuk yang luar biasa di siang hari.

Lantas, apa menu sahur terbaik agar tahan lapar seharian?

Menurut Dokter Tirta, kuncinya pada konsumsi serat dan protein.

"Jadi, sahur tuh makan secukupnya. Kalau kalian pengen kenyang lebih lama, utamakan komposisi makanannya banyakin protein dan fiber. Jangan karbohidrat terus," tegasnya.

Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk menu sahur antara lain, yakni kurma, alpukat, dada ayam, dan telur.

"Banyakin protein dan serat, itu akan membantu puasa kalian lebih awet. Jadi puasa tapi perut nggak bunyi kruyuk-kruyuk, karena protein itu padat dan lebih mengenyangkan di perut," tandasnya.

Akan tetapi, bukan berarti kamu musuhan dengan nasi. Dokter Tirta menegaskan bahwa karbohidrat tetap boleh dikonsumsi dengan porsi yang seimbang bersama protein dan serat. 

(Tribun Trends/Grid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.