B0LASPORT.COM - PSIM Jogja kembali ke jalur kemenangan dengan menaklukkan PSBS Biak.
Pekan ke-23 Super League 2025/26 menjadi panggung bagi partai "Derbi Yogyakarta".
Derbi tersebut ditulis dengan tanda petik lantaran salah satu klub hanya menumpang di daerah istimewa itu.
Klub musafir tersebut adalah tim asal Papua, PSBS Biak.
Pada Jumat (27/2/2026), PSBS menjamu PSIM Jogja di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Badai Pasifik saat ini mempunyai pelatih baru yang berpengalaman di markas PSS Sleman itu.
Pelatih anyar tersebut berasal dari Rumania, yaitu Marian Mihail.
Dua setengan tahun setelah mundur dari PSS, Mihail kembali ke Maguwoharjo menangani PSBS yang pesakitan.
PSBS mengalami krisis finansial hingga mendapatkan sanksi FIFA dan tak bisa mendaftarkan pemain baru.
Semalam, perbedaan kelas kedua tim terlihat.
PSBS memang bisa menahan 1-1 pada babak pertama, setelah gol Eduardo Barboso membalas Ramos Mingo.
Namun pada babak kedua, Laskar Mataram berjaya dengan kualitas skuad lebih baik.
Ramos Mingo mencetak satu gol tambahan, diikuti dua gol dari Ze Valente.
PSBS melesakkan gol hiburan yang membuat skor menjadi 2-4 melalui Ruyery Blanco.
"Di jeda laga, kami membicarakan tentang apa yang telah kami lakukan selama 22 laga terakhir," ucap pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel usai laga.
"Saya pikir di babak kedua, saat menguasai bola, kami bermain cukup baik."
"Kami harus melakukan lebih baik agar bisa memenangkan pertandingan lebih mudah daripada sekarang," urainya.
Van Gastel merujuk timnya yang tak pernah menang dalam lima laga terakhirnya karena kebobolan terlalu mudah.
Dengan kemenangan semalam, PSIM kembali menembus enam besar dengan 36 poin.
Adapun PSBS dalam ancaman masuk zona degradasi setelah gagal menambah poin, kini 18 poin.
Persijap Jepara yang memiliki poin sama belum bermain pekan ini.
Persis Solo yang tertinggal lima poin juga baru bermain besok.