Hari Ini Puluhan Relawan Tebar 15 Galon Eco Enzim di Sungai Cisadane Tangsel, Edukasi Kebersihan
Wawan Perdana February 28, 2026 03:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Puluhan relawan dari berbagai komunitas dan lembaga di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menggelar aksi penyebaran eco enzim di Sungai Cisadane, pada Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Potensi Tangerang Selatan, akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Titik kumpul untuk kegiatan ini ialah di Sungai Jaletreng, yang merupakan salah satu anak Sungai Cisadane.

Sebanyak 15 galon eco enzim, hasil sumbangan relawan dan komunitas pegiat Eco Enzyme, akan ditebar di aliran sungai.

Apa Itu Eco Enzim?

Eco enzyme merupakan cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik dapur, seperti kulit buah dan sisa sayuran dengan gula merah atau tetes tebu dan air, yang difermentasi selama 3-6 bulan. 

Cairan alami ini bermanfaat tinggi bagi lingkungan karena mengurangi sampah organik, menjadi pupuk alami, pestisida organik, serta penjernih air dan udara, sekaligus menggantikan bahan kimia rumah tangga.

Aksi penyebaran Eco Enzim di Sungai Cisadane ini melibatkan beragam pihak, mulai dari lembaga kemanusiaan, organisasi peduli lingkungan, hingga kelompok mahasiswa dan komunitas sosial.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar di Simpang 3 Cilegon Tumbang, Timpa Warung & Motor

Beberapa peserta yang terlibat antara lain, Kartar 08, Ekowisata Kranggan, Pelopor, Jaya Nusantara Medical, Nurul Hayat, Sahabat Yatim Rescue, Kananga Rescue, Banten Rescue Team, Denta UIN, Pol PP Tangsel, REDKAR Tangsel, dan BPBD Tangsel.

Mereka akan berkoordinasi menggunakan perahu dan kendaraan darat untuk menyalurkan Eco Enzim ke lokasi yang telah ditentukan.

Edukasi Jaga Kebersihan Sungai

Humas Forum Potensi Tangerang Selatan, Viki menjelaskan, aksi ini merupakan sarana edukasi bagi masyarakat dan komunitas lokal tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

"Biasanya kita melakukan 'Bersih Angke' dan 'Bersih Masjid', cuma saat ini kita coba penyebaran Eco Enzyme dengan menggandeng beberapa aktivis lingkungan dan pegiat Eco Enzyme," ujarnya kepada TribunBanten.com, melalui pesan singkat, Sabtu (28/2/2026).

"Dan tetap kita laksanakan bersama organisasi/komunitas kemanusiaan yang bergerak di bidang kebencanaan/rescue/kemanusiaan," sambungnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, tidak hanya komunitas atau organisasi yang menjaga lingkungan, melainkan masyarakat juga tergerak untuk ikut menjaga ketahanan lingkungan, dan agar tidak merusak alam atau lingkungan di sekitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.