Beasiswa LPDP Jakarta Dinilai Strategis Tingkatkan SDM, DPRD Ingatkan Soal Pengabdian
Satrio Sarwo Trengginas February 28, 2026 04:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyambut positif rencana program LPDP khusus Jakarta yang digagas Pemprov DKI.

Menurut Farah, program beasiswa tersebut penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Ibu Kota, terutama bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 maupun S2.

“Saya rasa program LPDP khusus Jakarta ini sangat baik. Kita memang perlu memastikan teman-teman yang ingin melanjutkan studi, baik S1 atau S2, wajib kita dukung supaya kualitas SDM Jakarta semakin meningkat,” kata Farah, Sabtu (28/2/2026). 

Farah menekankan agar prioritas penerima beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di dalam negeri. 

Hal ini sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan mutu kampus-kampus di Indonesia.

“Pertama, prioritaskan yang ingin mengambil S1 atau S2 di dalam negeri. Kita juga harus ikut mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi kita,” katanya.

Sementara untuk beasiswa luar negeri, ia meminta adanya seleksi yang lebih ketat dan mempertimbangkan sejumlah faktor. 

Di antaranya latar belakang ekonomi keluarga, rekam jejak prestasi, hingga kualitas keterampilan (skills) calon penerima.

“Kalau untuk luar negeri, harus dipastikan beberapa hal. Apakah berasal dari keluarga prasejahtera, bagaimana prestasinya, dan seperti apa kualitas skill yang dimiliki,” jelasnya.

Ia juga mengusulkan adanya program persiapan atau prep school, misalnya pelatihan bahasa Inggris maupun pembekalan akademik, bagi calon penerima yang belum memenuhi syarat untuk studi di luar negeri.

“Kalau memang belum siap, kita bisa fasilitasi dengan kursus atau pelatihan dulu supaya mereka benar-benar ready saat berangkat,” ujarnya.

Selain itu, Farah menegaskan pentingnya komitmen pengabdian bagi penerima beasiswa LPDP khusus Jakarta. 

Ia berharap ada skema yang memastikan mereka kembali dan bekerja di Jakarta setelah lulus.

“Kita harus pastikan mereka kembali ke Jakarta dan mengabdi. Bisa ditempatkan di BUMD, dinas, atau lembaga di bawah Pemprov, misalnya dengan skema pengabdian lima tahun atau seperti pola 2N+1,” ucapnya.

Farah juga mengingatkan agar beasiswa difokuskan hanya untuk kebutuhan studi penerima, bukan membiayai pendamping.

“Program ini diperuntukkan untuk siswanya. Jangan sampai kita malah membiayai pendamping. Tujuan kita adalah mereka kembali dan membesarkan Jakarta, bukan justru menjadi jalan untuk menetap di luar negeri dengan biaya beasiswa,” tegasnya.

Ia berharap program LPDP khusus Jakarta benar-benar dirancang untuk mencetak generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Ibu Kota.

Target Mulai Berjalan 2027

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggagas program beasiswa bertajuk LPDP Jakarta yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan. 

Melalui program ini, anak-anak Jakarta bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan hingga ke luar negeri.

Melalui program ini, anak-anak Jakarta bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan hingga ke luar negeri.

Pramono menyampaikan, LPDP Jakarta masih dalam tahap persiapan dan belum berjalan tahun ini. 

Namun ia berharap program tersebut bisa direalisasikan pada 2027.

“Kalau LPDP saya hanya mengurusi LPDP Jakarta, dan itu belum mulai. Tapi intinya, saya berharap bahwa mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai untuk LPDP Jakarta,” ujarnya di kantor Dinas Pendidikan (Disdik), Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026) malam. 

Terganjal Pemotongan Anggaran

Gubernur Pramono bilang, program ini awalnya direncanakan mulai dijalankan di tahun 2026 ini.
Namun karena adanya pemangkasan dana bagi hasil hingga Rp15 triliun, program LPDP Jakarta ini terpaksa ditunda.

“Sebenarnya kalau kemarin Dana Bagi Hasil buat Jakarta tidak dipotong Rp15 triliun, saya sudah canangkan pada waktu itu,” ujarnya.

Agar program ini dapat tetap berjalan, Gubernur Pramono mengaku sudah menemui Direktur LPDP untuk membahas kemungkinan kerja sama.

“Kami mencari cara bagaimana membuat agar Jakarta ini bisa mempunyai LPDP yang diatur oleh Jakarta sendiri. Dan alhamdulillah sudah ada jalan keluar,” tuturnya.

Kuota Program Masih Dirahasiakan

Lantaran sampai saat ini program tersebut masih terus digodok, Gubernur Pramono mengaku belum bisa mengumumkan kuota yang akan disediakan.

“Saya belum bisa menyampaikan berapa jumlah kuota yang ada,” tuturnya.

Siapkan SDM Unggul Jakarta

Program beasiswa daerah ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi warga Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sekaligus mencetak SDM unggul yang kelak bisa berkontribusi kembali bagi pembangunan kota.

“Karena yang namanya pendidikan lah yang bisa mengubah nasib seseorang,” kata Pramono.

Jika terealisasi tahun depan, LPDP Jakarta akan menjadi salah satu program pendidikan unggulan di era kepemimpinan Pramono.

Berita terkait

  • Baca juga: Gubernur Pramono Anung Gagas LPDP Daerah, Anak-anak Jakarta Bisa Kuliah Gratis ke Luar Negeri
  • Baca juga: Tasya Kamila Jawab Kritik Soal Dampak Beasiswa LPDP: Aku Sedih Dibilang Tak Berdampak
  • Baca juga: Hotman Paris Geram, Desak Prabowo Cabut Kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.