Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Terduga pelaku pelecehan seksial di dalam Commuter Line yang videonya sempat viral di media sosial berhasil diamankan.
Pelaku diamankan setelah pihak KAI menelusuri kejadian tersebut dengan menggunakan sistem CCTV Analytic.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa usai laporan diterima, pihaknya langsung melakukan penelusuran sesuai dengan ciri-ciri terduga pelaku yang disampaikan oleh korban.
Sistem keamanan memberikan notifikasi saat pelaku kembali memasuki area stasiun dan naik Commuter Line pada Jumat kemarin (27/2/2026).
"Petugas terkait langsung melakukan koordinasi di lapangan untuk segera mengamankan pelaku tersebut dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk dilakukan pemeriksaan awal," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).
Setelah diamankan, pihak KAI mengkonfirmasi kepada korban untuk kesesuaian ciri-ciri terduga pelaku.
Usai pemeriksaan dan mendatangkan korban, petugas KAI Commuter selanjutnya mendampingi korban untuk melaporkan dan menyerahkan pelaku ke Polres Depok guna melanjutkan proses hukum.
"KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada pihak korban, baik secara hukum maupun psikologis, untuk menguatkan korban," katanya.
Di samping itu, pihak KAI juga akan memblacklist terduga pelaku apabila terbukti melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan.
Leza Arlan menegaskan bahwa KAI Commuter terus berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima serta rasa aman kepada seluruh penggunanya dan tetap berpihak kepada korban.
KAI Commuter juga menyampaikan keprihatinannya dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban atas ketidaknyamanan yang dirasakan.
"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak dan _speak up_ atau melaporkan segala bentuk pelecehan seksual kepada petugas, melalui call center 021-121, maupun media sosial resmi KAI Commuter," katanya.
Kejadian itu dialami oleh seorang wanita yang mengaku pada awalnya naik commuterline dari Stasiun Manggarai tujuan Bogor.
Wanita itu menyebut terdapat seorang pria yang diduga menempelkan alat kelamin ke tubuhnya dari belakang di dalam gerbong kereta.
Bahkan, dalam video yang beredar wanita itu menyebut bahwa pelaku mengakui perbuatannya telah berbuat tak senonoh.
Ironinya, bukannya meminta maaf, wanita itu mengatakan bahwa pelaku bertanya apakah ia marah atau tidak.
Ia mengatakan dugaan pelecehan seksual itu diakui oleh pelaku ketika di Stasiun Citayam dan penumpang di sekitar hanya memperhatikan.
Dengan kejadian tersebut, korban pun melaporkan kepada petugas di stasiun berikutnya yakni di Stasiun Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, peristiwa itu terjadi pada bulan lalu.
"Kejadian terjadi di 22 Januari lalu dan kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut," ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelecehan melalui petugas di lapangan maupun layanan resmi KAI Commuter.
"KAI Commuter tentunya selalu siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban dalam melanjutkan proses hukumnya kepada pihak berwajib," katanya.