Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, jadi sorotan lagi usai diduga kembali menjadi lokasi asusila sesama laki-laki. Para pelaku diduga masuk ke dalam taman lewat celah antara pagar taman dan dinding di malam hari. Kini celah tersebut sudah ditutup.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (28/2/2026), celah yang dijadikan akses masuk para pelaku pada malam hari berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim). Celah tersebut merupakan titik akhir pagar pembatas taman dengan trotoar.
Celah tersebut memiliki ukuran kecil, kurang dari satu meter. Pada bagian bawah celah tersebut, terdapat beberapa batu besar, diduga biasa digunakan sebagai pijakan pelaku merangsek masuk ke Taman Kota Cawang.
Kini, celah tersebut pun telah ditutup dengan cor beton. Cor beton menutup penuh celah tersebut. Saat ini, cor beton nampak masih ditopang menggunakan triplek.
Sementara itu mengutip Antara, pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penopingan atau pemangkasan pohon di sekitar Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar, agar taman tersebut terlihat lebih jelas dari luar.
"Kita melakukan penopingan dan perapihan di bagian dalam untuk meminimalisir tertutupnya pemandangan dari luar," kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Dwi Ponangsera di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat.
Menurut dia, penopingan bukan berarti menebang pohon, melainkan memangkas dahan dan ranting yang terlalu rimbun agar sirkulasi udara dan pencahayaan alami tetap optimal. Penopingan pohon rimbun difokuskan di sepanjang pagar sisi luar taman.
Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan memastikan taman tetap nyaman tanpa mengurangi fungsi ekologisnya.
"Hari ini, penopingan di sepanjang pagar sisi luar, targetnya selesai hari ini," ujar Dwi.
Personel gabungan dan bantuan dari Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) dikerahkan untuk mempercepat proses pemangkasan.
Ranting-ranting hasil penopingan langsung dibersihkan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pengguna jalan di sekitar taman.
Sementara itu, Camat Makasar Dimas Prayudi menjelaskan penataan itu merupakan respons atas masukan masyarakat terkait kerawanan di area taman yang dinilai terlalu tertutup.
Dengan dibukanya pandangan dari luar, maka diharapkan fungsi pengawasan sosial dapat berjalan lebih efektif.
"Kita bersama Suku Dinas Pertamanan, kelurahan, kecamatan, dan tiga pilar melakukan upaya preventif agar taman ini bisa kembali optimal, salah satunya melalui penopingan, supaya tidak ada lagi sudut-sudut tertutup yang rawan disalahgunakan," jelas Dimas.
Dia menegaskan taman kota sejatinya menjadi ruang publik untuk berolahraga, bersantai, serta berinteraksi sosial secara positif. Oleh karena itu, penataan vegetasi menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Selain penopingan, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memasang dua lampu tembak di kawasan Taman Kota Cawang.
Penerangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kerawanan sosial atau aktivitas negatif lainnya di ruang terbuka hijau tersebut.
Dimas mengungkapkan pemasangan lampu tembak dilakukan untuk memastikan area taman terlihat jelas dari luar, terutama saat malam hari.
Tak hanya penataan fisik, pengawasan juga diperketat melalui operasi malam yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur tiga pilar, yakni TNI dan Polri. Operasi rutin dimulai pukul 21.00 WIB untuk memastikan situasi taman tersebut tetap kondusif.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memasang dua lampu tembak di kawasan Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar, sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan praktik prostitusi.
"Dari teman-teman Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur akan menambah penerangan di Taman Kota Cawang dengan memasang dua lampu tembak," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat.
Langkah tersebut diambil menyusul laporan dan perhatian masyarakat terkait penyalahgunaan fungsi taman pada malam hari.
Penerangan pun dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kerawanan sosial atau aktivitas negatif lainnya di ruang terbuka hijau tersebut.
Dimas mengungkapkan pemasangan lampu tembak dilakukan untuk memastikan area taman terlihat jelas dari luar, terutama saat malam hari.
"Penerangan kita tambah supaya aktivitas dalam taman bisa terlihat dari luar. Dengan dua lampu tembak ini, area yang sebelumnya gelap menjadi lebih terang," ujar Dimas.
Menurut dia, kurangnya pencahayaan sebelumnya diduga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas menyimpang. Oleh karena itu, peningkatan penerangan menjadi salah satu bagian dari strategi pencegahan.
Selain pemasangan lampu, pemerintah juga menutup dua akses masuk yang dinilai rawan, melalui pengecoran permanen, yang bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.
Akses ilegal di sisi pagar yang berbatasan dengan jalan tol itu juga ditutup dengan pengelasan agar tidak lagi digunakan sebagai jalur masuk tidak resmi.
Tak hanya penataan fisik, pengawasan juga diperketat melalui operasi malam yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur tiga pilar, yakni TNI dan Polri. Operasi rutin dimulai pukul 21.00 WIB untuk memastikan situasi taman tersebut tetap kondusif.







