Mahasiswa ISTTS Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang Flutter Fusion Competition 2026
Musahadah February 28, 2026 04:32 PM

 

Kompetisi ini menghadirkan juri profesional, Sidiq Permana (Co-Founder & CIO of BBS.DEV, GDE Android) dan Joshua de Guzman (Senior Software Engineer & Flutter GDE Filipina). 

Penilaian dilihat dari aspek inovasi, fungsi, teknologi, dan dampak sosial.

Di kompetisi yang digelar di Surabaya pada Sabtu-Minggu 21-22 Februari 2026, Mahasiswa ISTTS menyabet dua gelar juara,

Yakni,  Juara 2  yang diraih Alexander Erick, Kevin Jonathan Halim, Jenny Elizabeth Alim. 

Baca juga: Strategi Transisi Ketergantungan Server Berskala Besar Menuju Pemrosesan Lokal Dibedah di ISTTS

Mereka mengembangkan aplikasi Teman Keluarga yang merupakan platform inklusif menggabungkan manajemen kesehatan lansia dengan interaksi keluarga.

Fitur unggulannya meliputi Medication Reminder, gamifikasi aktivitas harian, SOS Button, Memory Book, Family Chat Room, hingga Friend with AI, sehingga membantu keluarga tetap terhubung dan memberikan perhatian lebih bermakna.

Selain itu, mahasiswa ISTTS juga meraih juara 3 untuk aplikasi Belajar Bareng App. 

Mereka terdiri dari Given Lee dan Adeltrudo Donal. 

Aplikasi Belajar Bareng App adalah Learning Management System (LMS) modern dengan fitur Multi Role Authentication, manajemen akademik, materi pembelajaran, sistem tugas dan kuis, AI-powered Quiz berbasis Gemini, serta Real-Time GPS Tracking untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Prof. Dr Esther Irawati, penasehat  lomba yang juga Lead Organiser GDG Surabaya mengaku bangga dengan raihan mahasiswa ISTTS. 

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa dua tim hebat dari Institut STTS berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Flutter Fusion Competition," katanya pada Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar lomba UI, melainkan pembuktian integrasi antara Flutter (Frontend), Cloud Computing (Infrastructure), dan Artificial Intelligence (Intelligence).

"Melihat cara mereka menyatukan efisiensi Flutter dengan skalabilitas Cloud dan kecerdasan AI membuat saya optimis bahwa mereka adalah bagian dari generasi masa depan teknologi Indonesia,” tegasnya. 

Mas Rara Dwi Yanti Handayani, Humas ISTTS mengatakan, penyelenggaraan kompetisi oleh komunitas GDG Surabaya dan Flutter Surabaya menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan talenta digital di Indonesia.

“Prestasi mahasiswa ISTTS menegaskan bahwa generasi muda Surabaya memiliki potensi besar dalam dunia teknologi, khususnya di bidang pengembangan aplikasi Flutter,” katanya. 

Pemenang Lain di Flutter Fusion Competition 2026

Selain dua tim dari ISTTS, berikut daftar juara lainnya:

  • Juara 1 Aplikasi “Pemburu Biji”  dari UNESA, anggota: Adhityandi Anggara Putra, Haykal Aulil Albab, Muhammad Dzaki Salman, Candra Bagus Ainur Rochman.
  • Juara Harapan 1 diraih Abdur Rouf dengan nama “YesKing” dari ITB Widyagama Lumajang.
  • Juara Harapan 2 Aplikasi “Pengen Menang Pliz” dari PENS, anggota: Muhammad Satrio Asadel, M Attar Annaufal Firdaus Nasier, Adrian Sondang Irawan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.