Jelang Mudik Lebaran 2026, 10 Persen Jalan Nasional di DIY Berlubang
Joko Widiyarso February 28, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai melakukan survei kesiapan jalan menjelang arus mudik 2026.

Mereka menemukan lubang di beberapa ruas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyampaikan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta mencapai 10 persen. 

Kemunculan lubang-lubang pada jalan itu dipengaruhi tingginya intensits hujan beberapa hari terakhir.

Lubang-lubang itu ditemui di antara ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo. 

Widya menuturkan, survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengendara jalan, terutama menjelang peningkatan volume kendaraan di masa libur Lebaran 2026.

"Tadi masih ada lubang-lubang 10 persen, itu adalah lubang-lubang karena curah hujan sangat tinggi ya terutama karena musuhnya aspal adalah air hujan," kata Widya, melalui pesan WA, Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut sebenarnya sudah mencapai 90 persen.

Namun, Widya memberikan catatan khusus terkait munculnya titik-titik kerusakan baru yang cukup parah di sekitar Simpang Ngelo, Sentolo, Kulon Progo.

"Sebelum Simpang Ngelo kalau dari timur ya, itu parah banget, lubangnya, kita panen lubang tadi. Dan kita tandai dengan pilox-pilox sih tadi," ucapnya.

Disampaikan Widya, kerusakan tersebut seringkali muncul secara mendadak bahkan dengan kedalaman yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua.

Marka jalan pudar

Selain kondisi aspal, survei ini turut menyisir kelengkapan fasilitas jalan lainnya seperti marka, rambu lalu lintas, hingga fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). 

Anggota lalu lintas juga menemukan adanya penurunan kualitas marka jalan yang sudah mulai memudar serta gangguan pada rambu lalu lintas di titik tertentu.

“Marka kayak zebra cross, kemudian marka stop line ya marka simpang itu banyak yang sudah pudar juga udah tadi kita sampaikan,"ungkapnya.

Dia turut menyoroti ruas rawan genangan air terlebih ketika hujan dengan intensitas tinggi di area sekitar PLN Sedayu.

Ditlantas Polda DIY telah berkoordinasi langsung dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah terkait untuk segera melakukan perbaikan. 

Koordinasi ini mencakup penanganan paket jalan 1.1 dan 1.4 agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan cepat.

Widya menegaskan bahwa penambalan jalan maupun pembenahan marka harus tuntas sebelum masa angkutan mudik Lebaran

“Kami punya target itu sebelum operasi ketupat sudah beres semua, penambalan jalan-jalan yang berlubang. Kalau markanya masih sudah mulai pudar sekali kita minta segera dibenahi semuanya," tutup Widya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.