POSBELITUNG.CO -- Menjadi duri dalam hubungan orang lain, Inara Rusli dapat pembelaan dari Shinta Bachir.
Aktris yang cukup kontroversial ini blak-blakan membela Inara Rusli terkait polemik rumah tangganya.
Sebagai seseorang yang pernah merasakan jadi istri pertama dan juga istri kedua, Shinta Bachir mengaku tahu betul perasaan Inara Rusli saat ini.
Shinta mengakui ketika jadi istri pertama, ia merasakan sakit yang begitu pedih karena diselingkuhi oleh suaminya sendiri.
Sementara jadi yang kedua, dirinya tidak pernah didahului.
Shinta Bachir kemudian memberikan pemahaman kalau sebagai perempuan, perasaan dan logika harus berjalan beriringan. Tidak bisa dipisahkan agar tidak mendapatkan kekecewaan.
Baca juga: Biodata Lesti Kejora Melahirkan Anak Ketiga, Pernah Lapor Rizky Billar Kasus KDRT, Berujung Damai
Shinta Bachir ini merupakan aktris cantik tanah air yang cukup kontroversial.
Shinta Bachir ini lahir pada tanggal 7 Februari 1986.
Wanita kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah ini terkenal sebagai aktris, model dan penyanyi.
Film pertama yang dia bintangi adalah film horor berjudul "Suster Keramas" yang rilis pada 2009.
Setahun kemudian dia Shinta kembali beradu akting di film "Taring", yang rilis pada tahun 2010.
Tak hanya itu, di tahun yang sama, dia kembali membintangi film berjudul "Lihat Boleh, Pegang Jangan".
Di tahun 2011, ia kembali bermain peran di film "Mati Muda di Pelukan Janda".
Selanjutnya di tahun 2012 dia membintangi dua film sekaligus "Mama minta Pulsa" dan "Dendam dari Kuburan".
Tak hanya piawai di dunia layar lebar, ia mencoba melebarkan kariernya dengan beradu akting di Sinetron.
Sintron pertama yang ia bintangi berjudul "Badil dan Blangkon Ajaib" di tahun 2012.
Setelah berhasil di sinetron pertamanya, ia melanjutkan dengan bermain peran di Sintron "Ji Ung Pendekar Cabe Rawit" di tahun 2013.
Di tahun yang sama, dia kembali mendapatkan tawaran bermain film berjudul "Pulau Hantu 3" dan "Kawin Kontrak 3".
Di tahun tahun selanjutnya, ia kembali membintangi beberapa judul sintron, "ABG Jadi Manten", "Bidadari Takut Jatuh Cinta", hingga "Emak Ijah Pengen Ke Mekah".
Selain itu dia ternyata juga sempat membintangi beberapa judul FTV.
Tak hanya mampu berakting, dia juga pernah terjun ke dunia tarik suara.
Dia pernah mengeluarkan single lagu berjudul "Aku Galau".
Baca juga: Kalender Maret 2026, Bulan Paling Banyak Hari Libur, Berikut Daftarnya
Kehidupan pribadi shinta Bachir kini tampaknya penuh lika-liku.
Mengutip dari TribunnewsWiki.com, dulunya Shinta ini pernah menjadi istri siri dari seorang mantan pejabat kepolisian sekaligus pengusaha.
Tetapi sayangnya hubungannya tersebut kandas begitu saja.
Kini dia tampak nyaman hidup menjanda bersama sang putra.
Putra kandungnya bernama Arkan Alvaro Suyitno.
Nama Shinta Bachir sempat tersangkut gosip prostitusi.
Keterlibatan Shinta dalam prostitusi online berdasarkan pengakuan mantan mucikari, Robby Abbas.
Robby mengatakan, satu di antara artis yang pernah bekerja sama dengannya dalam bisnis pelacuran adalah berinisial SB.
Inisial SB ini disebut-sebut sebagai Shinta Bachir.
Shinta tentu saja mengelak tudingan tersebut.
Saat itu, Shinta tengah mengandung anak.
Terjadi perseteruan antara Robby dan Shinta.
Kini, setelah Robby bisa menghirup udara kebebasan, dia dipertemukan dengan Shinta dalam sebuah acara televisi.
Saat keduanya bertemu, Shinta menjelaskan bahwa perseteruan di antara mereka hanya karena ada kesalahpahaman.
“Sudah clear, sudah minta maaf, hanya salah paham gitu ya,” kata Shinta Bachir saat ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).
Ia bahkan mengaku tidak mengenal Robby yang bertindak sebagai muncikari di kalangan prostitusi artis.
Shinta Bachir secara tegas membela Inara Rusli, yang kini berstatus istri siri atau yang kedua dari Insanul Fahmi.
Pembelaan ini dikarenakan Shinta Bachir pernah merasakan jadi istri pertama dan kedua dalam sejarah kehidupan perikahannya selama ini.
Shinta Bachir ikut merasakan rasa sakit yang dirasakan Inara Rusli, yang jadi sorotan publik akibat dinikahi siri dan istri kedua Insanul Fahmi.
Shinta tak menampik bahwa dirinya sangat paham dengan perasaan para wanita yang menjadi korban, khususnya Inara Rusli.
"Aku pernah jadi istri pertama dan kedua. Kalau kalian diposisi aku, kalian mau ada diposisi yang mana? Sakit jadi dua-duanya," kata Shinta Bachir ketika ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026) malam.
Shinta mengakui ketika pernah jadi istri pertama, ia merasakan sakit yang begitu pedih karena diselingkuhi oleh suaminya sendiri. Sementara jadi yang kedua, tidak didahului.
"Sakit semua, udah! Kalau nanya ke saya, jadi yang pertama diduain sudah pernah, jadi yang kedua juga tidak enak. Paling enak sekarang, hidup sendiri aja," ucap wanita berusia 40 tahun itu.
Wanita kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah mengakui saat jadi istri pertama, ia selalu menjaga sang suami. Tapi ia tak bisa menjaganya sampai 24 jam.
"Ngapain dijaga? Emang kita bisa jaga 24 jam? Enggak bisa! Laki kita kintilin terus, ntar pas ke toilet ketemu orang, di toilet tukeran nomor handphone, mau gimana? Memang itu udah watak laki-laki," jelasnya.
"Lu mau agamanya sekuat apa, pura-pura zikir 'Astaghfirullah', begitu lihat perempuan bening ngelirik juga. Imannya lemah juga ujung-ujungnya," sambungnya.
Shinta Bachir memberikan pemahaman kalau sebagai perempuan, perasaan dan logika harus berjalan beriringan. Tidak bisa dipisahkan agar tidak mendapatkan kekecewaan.
"Perempuan itu mainnya perasaan, jadi merasa memiliki. Kalau laki-laki mainnya logika, ngerasa gampang. Pengin berontak sih wajar," ujar Shinta Bachir.
"Tapi ingat kita punya anak yang bakal gede dan sekolah. Kasihan anaknya kalau kita ribut-ribut terus," sambungnya.
Shinta Bachir mengakui memberikan motivasi kepada Inara Rusli, saat mereka bertemu di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
Shinta Bachir berusaha menenangkan Inara Rusli, yang masih terlihat terpukul dan hancur atas masalah yang terjadi, karena Insanul Fahmi.
"Ya saya ketemu saya kasih nasihat lah buat dia. Saya juga ngobrol sama ibunya dia," kata Shinta Bachir.
Shinta meminta kepada Inara untuk tidak banyak cerita ke orang-orang tentang masalah yang terjadi, dan ingin hanya berbagi rasa sakitnya kepada orang tuanya.
"Terus aku juga bilang ke Inara, dia beruntung masih punya orang tua. Kalau ada masalah begini, enggak usah banyak cerita sama orang lain. Orang itu (teman) bisa memberikan saran, tapi jatuhnya malah jebakan," jelasnya.
Wanita berusia 40 tahun itu pernah ada diposisi Inara, ia merasa doa dan masukan orang tua jadi obat penting untuk menenangkan hati dan menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Lebih baik datang ke orang tua kita, ke ibu. Ibu itu paling bener ngasih saran. Jangan percaya ada sahabat. Sahabat terbaik di saat kita jatuh itu cuma orang tua," ucapnya.
Shinta Bachir juga memberikan semangat kepada ibunda Inara, yang terlihat mendampingi sang anak.
"Aku bilang ke ibunya, 'Tante jangan pernah ninggalin anaknya'. Ibunya jawab, 'Oh enggak dong'. Karena bagaimana pun Inara itu anaknya," ujar Shinta Bachir.
(Posbelitung.co/TribunSeleb/TribunMakassar.com)