Optimalkan Lahan Kosong, Pemkab Karimun Bidik Setiap Desa Punya Produk Unggulan
Dewi Haryati February 28, 2026 05:24 PM

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Karimun mendorong setiap desa mempunyai minimal satu produk atau istilahnya "One Village One Product", sesuai potensi masing-masing daerah. 

Hal ini bentuk sinkronisasi dari program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dan sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memiliki potensi uang bergerak mencapai Rp700 juta per hari di Karimun.

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengatakan dengan pergerakan ekonomi yang luar biasa, masyarakat didorong agar bisa memanfaatkan ruang kosong. 

"Di setiap kunjungan, kami mendorong warga untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di rumah mereka untuk bercocok tanam," ujar Iskandarsyah, baru-baru ini. 

Ia melanjutkan, sudah ada beberapa desa di Karimun yang memiliki produk pertanian dan perternakan. Seperti di Desa Moro, Selat Mendaun, Desa Gemuruh, Desa Pongkar, Desa Lubuk, Pulau Jang.

Hal ini merupakan penekanan program pusat yang akan dibawa ke daerah. 

Untuk mencapai target seluruh desa memiliki produk, Pemkab Karimun akan melakukan pendataan sesuai potensi, termasuk data inflasi yang akan terlihat setiap bulan. 

"Dengan kita membaca data, seperti ada Inflasi di sayur misalnya ada di cabai, nanti kita lihat grafik itu dan nanti kita atur setiap daerah seperti apa nantinya," katanya.

Ia melanjutkan, untuk memajukan suatu daerah harus melakukan beberapa poin seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dan sentuhan teknologi. 

"Makanya kami akan dorong pemuda-pemuda tidak apa jadi petani, tetapi petani yang modern, dan di sentuhan teknologi ini kita harus memiliki kemampuan di situ, didukung riset menggunakan data, karena basis kita adalah data," ujar Iskandar.

(TribunBatam.id/Fairozzamani

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.