SRIPOKU.COM - Ustaz Abdul Somad atau UAS turut menyoroti kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan UIN Suska Riau.
Insiden berdarah itu terjadi saat korban bernama Farradhila Ayu Pramesti tengah berada di kampus untuk mempersiapkan ujian akhir.
Farradhila Ayu Pramesti diduga diserang Rehan karena masalah asmara.
Pelaku diduga tidak terima saat korban ingin mengakhiri hubungan.
Dikutiip dari akun Instagramnya @ustadzabdulsomad_official pada Sabtu (28/2/2026), UAS turut buka suara.
Dalam pernyataan panjangnya, UAS menyampaikan keprihatinan mendalam dari sudut pandang seorang ayah, sekaligus mengajak masyarakat melakukan refleksi bersama.
Ia mengawali dengan menyinggung makna nama pelaku.
"Rayhan, berarti rezeki dan ketenangan, kata Imam Ibnu Katsir.
Dari Surah al-Waqi’ah, ayat 89. Muzhaffar, orang yang beruntung."
Menurutnya, setiap orang tua tentu memberikan nama terbaik bagi anaknya, penuh harapan akan masa depan.
"Sebagaimana aku mencarikan nama yang baik untuk anak-anakku, begitu jugalah Ayah Rayhan mencarikan nama terbaik untuk anaknya.
Aku melihatnya dalam pandangan seorang Ayah."
UAS juga menggambarkan betapa hancurnya perasaan orang tua korban.
"Walau aku tak punya anak perempuan. Tapi dua ponakanku perempuan. Ntah bagaimana hancurnya perasaan orang tua Faradilla Ayu melihat putrinya bersimbah darah."
Ia menilai peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk lebih mawas terhadap pergaulan anak-anaknya.
"Peristiwa ini membangunkan kita dari lamunan panjang, dari politik sampai drakor dan dracin. Ada apa dengan anak remaja kita."
Dalam pesannya, UAS menekankan pentingnya peran keluarga, dosen, dan lingkungan sekitar dalam menjaga pergaulan generasi muda.
"Syukur, kalau masih ada dosen yang sempat meninggalkan pesan di akhir perkuliahan, 'Hati-hati pergaulan'."
"Alhamdulilah kalau masih ada bapak ibu kos yang peduli pada pergaulan anak-anak kos."
Ia juga membagikan nasihat yang dulu diterimanya dari sang ibu sebelum merantau kuliah.
"Kalau mau nikah, ku kasi kau kebun sawit. Uruslah. Kalau mau kuliah, betul-betul kuliah."
Dengan gaya khasnya, UAS turut mengingatkan kaum muda agar menjaga kehormatan diri dan tidak terjebak hubungan tanpa kepastian.
"Pacaran lima tahun nggak nikah-nikah, sama seperti iklan roti, dibuka, dijilat, dicelupin, nggak dimakan-makan", ku sampaikan begitu supaya pemudi kita faham bahwa mereka berharga.
Ia juga mendorong generasi muda agar tegar dalam menghadapi persoalan cinta.
"Jangan katakan, 'Engkaulah satu-satunya harapanku'. Tapi katakanlah، 'Kalau kau mau, ku pinang kau dengan bismillah. Kalau kau tak mau, bunga bukan setangkai, kumbang bukan seekor, patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu',"
UAS bahkan membagikan pesan yang ia kirim kepada keponakannya di Kairo.
"Aku tak mau kau ado hubungan samo laki-laki. Kalau ado yang mendokati, jangan cakap kasar. Sampaikan elok-elok, 'aku tak mau main-main. Kalau serius, kau mengadap ke Uas'."
Menutup pesannya, ia menegaskan pentingnya nasihat, doa, dan tawakal.
"Nasihat, doa dan tawakkal.
Semoga Allah jaga anak-anak bangsa,"tulisnya panjang lebar.
Baca juga: Reaksi Pacar Mahasiswi UIN Suaka Lihat Video Mesra Farra dan Rehan, Bongkar Rencana Setelah Lebaran
Setuju tuan guru.. Ngapain pacaran, biasanya tugas nya cm jagain jodoh orang
SUMPAH TAKUT BANGET SEKARANG NOLAK COWOK, BESOK2 AKU TERIMA SEMUA
Aamiin yaa robbal 'alaamiin
Berkah selalu Tuan Guru
Sehat selalu tuan guru.betapa bahagia yg menjadi mahasiswa/ i mu, serius tp lucu baca caption tuan guru
Syukron Tuan Guru UAS
Aamiin allahumma amiin
amiin semoga Allah jaga remaja dan anak anak Indonesia
Berkah ustadzii
Kalo serius jumpai orang tuaku, bukan jemput disimpang apalagi sampai bawa parang
masih mau pacaran??? Udah bnyak kasus kejadian yg bgni,... Wahai wanita sadar lah...
Barakallah tuan Guru.Semoga nasehat Tuan Guru bisa menjadi pencerah dan memperdalam pemahaman bagi saya dan semuanya.Insya Allah.
Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan pelaku berinisial R telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.
"Pelaku berinisial R kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (26/2/2026).
Penyelidikan dilakukan Polsek Binawidya dengan dukungan Satreskrim Polresta Pekanbaru. Pelaku dijerat Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
"Ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara," kata Pandra.
Polisi menduga adanya unsur perencanaan karena pelaku datang membawa senjata tajam.
"Pelaku datang dengan membawa senjata tajam. Artinya ada persiapan sebelum kejadian. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.
Kapolsek Bina Widya Kompol Nusirwan menyebut pelaku berangkat dari Bangkinang dengan membawa parang dan kampak.
"Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak," katanya.
"Dia ini diduga ingin membunuh korban,"
Peristiwa terjadi saat korban tengah mempersiapkan diri untuk ujian akhir. Tanpa banyak percakapan, pelaku langsung menyerang menggunakan kampak, membacok tangan kiri dan kepala korban.
Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri bahkan sempat melarikan diri melalui jendela.
Motif sementara diduga berkaitan dengan persoalan asmara.
"Korban mau memutuskan hubungan karena korban sudah punya pacar lain,"
Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.