30 Lansia Cimencrang Diwisuda, Sekolah Lansia Cetak Agen Perubahan Komunitas di Bandung
Muhamad Syarif Abdussalam February 28, 2026 06:42 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung menyaksikan momen berbeda pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sekitar 30 orang lanjut usia dari berbagai wilayah duduk berbaris tertib mengikuti prosesi wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia di Cimencrang.

Program pendidikan ini digagas oleh Perkumpulan Studi dan Aksi Kependudukan Indonesia (PSAK-Indonesia). Lembaga tersebut membangun Sekolah Lansia sebagai ruang penguatan kapasitas bagi warga usia emas di Tanah Air agar tetap berdaya dan memiliki kontribusi nyata.

Ketua Umum Perkumpulan Studi dan Aksi Kependudukan Indonesia, Cucu Sutara, menilai cara pandang terhadap kelompok lansia sudah saatnya diperbarui. Ia menyebut, pendekatan lama yang menempatkan lansia sebatas objek perlindungan perlu digeser menjadi perspektif yang lebih progresif.

“Kita tidak bisa lagi memandang lansia hanya sebagai kelompok yang harus dilindungi. Lansia adalah modal sosial. Mereka menyimpan pengalaman, nilai, dan kebijaksanaan yang menjadi fondasi ketahanan keluarga. Ketika lansia berdaya, bangsa menjadi lebih kokoh,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Cucu menerangkan, proses pembelajaran yang dijalankan dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Peserta yang terlibat bukan sosok pasif, melainkan kader aktif di daerah masing-masing. Sejak awal mereka telah memiliki peran sosial dan diarahkan menjadi motor perubahan di lingkungannya.

Ia pun berharap Sekolah Lansia Kader Sahabat Abadi dapat diperluas ke berbagai daerah. Model ini diharapkan menjadi bagian dari strategi pembangunan keluarga yang berkelanjutan serta responsif terhadap dinamika demografi.

Sebagai tokoh pengusaha di Jawa Barat, Cucu memandang fase menua bukan titik akhir produktivitas. Baginya, masa lansia adalah tahap transformasi peran. Lansia yang berdaya diposisikan sebagai penjaga nilai, pengokoh keluarga, sekaligus penyeimbang tatanan sosial.

Di sisi lain, Rina, salah satu wisudawan, mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut. Ia menilai sekolah lansia memberi dampak positif, baik bagi dirinya maupun rekan-rekan seangkatannya.

Selama beberapa bulan, ia dan peserta lain mendapatkan pembekalan beragam ilmu sosial yang dinilai berguna.

"Saya akan tularkan kepada para lansia di daerah saya sehingga mereka bisa memberdayakan diri, "kata Rina.

Program ini muncul sebagai jawaban atas perubahan struktur penduduk di Jawa Barat yang kini memasuki fase ageing population. Pergeseran komposisi usia tersebut mendorong lahirnya inisiatif konkret di tingkat komunitas.

Data Badan Pusat Statistik mencatat proporsi lansia di Jawa Barat telah berada di kisaran 11,25 persen dari total penduduk.

Secara demografis, angka itu berarti satu dari sepuluh warga di provinsi ini termasuk kategori lanjut usia. Rasio ketergantungan lansia tercatat sekitar 17 per 100 penduduk usia produktif, yang menunjukkan setiap 100 orang usia produktif menopang sekitar 17 lansia.

Fenomena tersebut bukan sekadar deretan angka. Perubahan komposisi usia ini membawa implikasi pada struktur keluarga, ekonomi rumah tangga, hingga keseimbangan sosial di masyarakat.

Di Sekolah Lansia Sahabat Abadi, seluruh peserta merupakan kader aktif di wilayahnya masing-masing. Dengan latar belakang itu, mereka telah memiliki posisi sosial dan dipersiapkan menjadi agen perubahan di komunitasnya.

Pendekatan kader membuat dampak program bersifat berlipat. Satu lansia yang berdaya tidak hanya menguatkan kapasitas pribadi, tetapi juga memberi pengaruh pada keluarga serta lingkungan sosialnya.

Kurikulum yang diterapkan mengusung prinsip lifelong learning, yakni proses belajar yang tidak berhenti saat usia produktif berakhir.

Konsep ini sejalan dengan active ageing yang diperkenalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menekankan optimalisasi kesehatan, partisipasi, dan rasa aman dalam menjalani masa tua.

Dalam konteks kebijakan nasional, inisiatif tersebut sejalan dengan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang menempatkan pembangunan manusia sebagai proses berkesinambungan. Data BPS juga menunjukkan lebih dari 51 persen lansia di Jawa Barat adalah perempuan.

Kondisi ini menandakan bahwa pemberdayaan lansia bersinggungan langsung dengan penguatan ketahanan perempuan dan keluarga lintas generasi. Artinya, program seperti ini memiliki irisan strategis yang luas.

Kota Bandung, khususnya Kecamatan Gedebage sebagai lokasi wisuda, turut mengalami peningkatan jumlah lansia seiring naiknya harapan hidup dan arus urbanisasi. Situasi tersebut menuntut kebijakan sosial yang adaptif serta berbasis data.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, serta Perwakilan Wali Kota Bandung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.