Pedagang di Pasar Mardika Mengeluh Kehilangan Barang, Kerugian Capai Puluhan Juta
Fandi Wattimena February 28, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah pedagang di Gedung Baru Pasar Mardika, Ambon, mengeluhkan maraknya kehilangan barang di dalam area pasar. 

Mereka mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah tanpa ada pertanggungjawaban dari pengelola gedung.

Rio (40), pemilik konter servis handphone di lantai empat, menjadi salah satu pedagang yang terdampak. 

Ia mengaku sudah beberapa kali kehilangan barang, termasuk handphone milik konsumen yang sedang diperbaiki.

“Sudah sering kehilangan, termasuk HP servis pelanggan. Kalau dihitung-hitung bisa sampai puluhan juta rupiah,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat (27/2/2026).

Menurut Rio, pada awal operasional gedung sempat ada petugas keamanan yang berjaga. 

Namun kini, pengamanan dinilai sangat minim bahkan nyaris tidak terlihat.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Bibir Pantai Kota Bula, Warga Soroti Sikap Pemerintah

Baca juga: Update! Jadwal KM Dorolonda 1 - 27 Maret 2026: Rute Manokwari, Nabire, Waren

“Waktu awal ada petugas keamanan, tapi sekarang tidak ada lagi,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pedagang merasa tidak aman dalam menjalankan usaha. 

Apalagi, sebagian besar barang yang mereka simpan bernilai tinggi dan merupakan titipan pelanggan.

Tak hanya soal keamanan, Rio juga menyoroti sistem pengelolaan gedung. 

Ia menyebut para pedagang tetap diminta membayar retribusi sebesar Rp20 ribu setiap kali ditagih petugas.

“Petugas datang bawa kertas penagihan, disuruh bayar ya saya bayar. Itu wajar. Tapi kadang mereka datang menagih, kadang tidak. Tidak menentu,” ujarnya.

Ironisnya, meski retribusi dibayar, para pedagang merasa tidak mendapatkan pelayanan maksimal, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan.

Akibat berbagai persoalan tersebut, Rio mengaku usahanya terdampak. 

Pengunjung disebut semakin sepi, terlebih setelah muncul kabar kehilangan barang di dalam gedung.

“Rata-rata per hari omzet Rp50 ribu saja sudah bersyukur,” katanya.

Para pedagang berharap pemerintah sebagai pengelola gedung dapat segera membenahi sistem keamanan secara serius, termasuk menghadirkan kembali petugas yang berjaga secara rutin.

Mereka menilai, tanpa pengamanan yang jelas dan profesional, potensi kehilangan akan terus terjadi dan merugikan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di Pasar Mardika. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.