Dugaan Penyebab Karyawan Ekspedisi di Kediri Meninggal di Toilet Kantor, Pintu Terkunci dari Dalam
Sarah Elnyora Rumaropen February 28, 2026 09:00 PM

Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Isya Anshori

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Misteri penemuan jenazah seorang pria di kantor ekspedisi JNT Express, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri akhirnya mulai menemui titik terang. 

Korban ditemukan tak bernyawa dalam posisi bersimpuh di dalam toilet kantor yang terkunci dari dalam pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, mengungkapkan dugaan penyebab kematian korban setelah melakukan pemeriksaan medis dan meminta keterangan keluarga.

Penemuan Jenazah di Kantor Ekspedisi

Korban diketahui berinisial FTC (26), warga Kelurahan Pare, Kecamatan Pare.

FTC ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 06.00 WIB di toilet kantor JNT Express yang berlokasi di Jalan Raya Pare-Kediri.

Kronologi Pendobrakan Pintu Toilet

Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, menjelaskan peristiwa itu bermula saat salah satu saksi, MM (25), hendak menggunakan toilet sekitar pukul 05.30 WIB.

Namun, pintu toilet dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak dapat dibuka.

Baca juga: Cara Unik Wudhu di Masjid Ringinagung Keling Kepung Kediri, Warisan Sejarah Islam Lebih dari 1 Abad

Keduanya sempat mengetuk pintu, tetapi tidak ada respons dari dalam, dan karena curiga, pintu akhirnya didobrak.

Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam posisi duduk bersimpuh di lantai toilet dan tidak bergerak.

Saksi kemudian memanggil rekan kerja lainnya, GA (30), untuk memastikan kondisi korban. Saat dicek, korban ternyata sudah tidak bernapas.

Evakuasi dan Pemeriksaan Kepolisian

Baca juga: Bocah Usia 5 Tahun di Kediri Hilang, Ditemukan Meninggal Dunia di Bekas Kolam Penuh Eceng Gondok

Tak lama berselang, keluarga korban tiba di lokasi dan meminta agar jenazah dipindahkan ke dalam kantor.

Setelah petugas kepolisian datang dan melakukan pemeriksaan awal, pihak keluarga memutuskan membawa korban pulang dan menolak dilakukan autopsi.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Inafis

Rudi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari Puskesmas Bendo bersama tim Inafis Polres Kediri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Terdapat lebam mayat serta darah yang keluar dari hidung yang diduga akibat pecahnya pembuluh darah," jelas AKP Rudi.

Baca juga: 22 LOKASI ATM Pecahan 20 Ribu Terdekat di Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Jember

Menurut keterangan dokter, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit TBC akut yang selama ini dideritanya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum.

Polisi memastikan penanganan kasus ini telah dilakukan sesuai prosedur dan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan kondusif.

"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit," tandas AKP Rudi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.