Bank Sumsel Babel Hadirkan Depati, Deposito Fleksibel Tanpa Penalti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di tengah meningkatnya kebutuhan investasi masyarakat yang semakin beragam, Bank Sumsel Babel menghadirkan inovasi produk simpanan berjangka bertajuk Deposito Tanpa Penalti (Depati).
Produk ini menjadi salah satu unggulan di antara ragam instrumen deposito yang dimiliki Bank Sumsel Babel, seperti Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, hingga Deposito On Call (DOC). Depati dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang menginginkan imbal hasil optimal tanpa terikat denda penalti saat pencairan dana.
Berbeda dari deposito konvensional pada umumnya, Depati memungkinkan nasabah mencairkan dana kapan saja tanpa dikenakan denda penalti. Fitur ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi pelaku usaha maupun individu yang membutuhkan likuiditas cepat namun tetap ingin memperoleh bunga deposito.
Produk ini terbuka bagi nasabah perorangan maupun non-perorangan dalam mata uang rupiah.
Adapun sejumlah keunggulan yang ditawarkan antara lain:
Dengan tenor satu bulan yang dapat diperpanjang otomatis, nasabah tetap dapat menikmati imbal hasil berkelanjutan tanpa harus melakukan pembukaan deposito baru setiap periode.
Untuk membuka rekening Depati, nasabah cukup memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang relatif sederhana.
Kriteria Nasabah:
Setiap nasabah akan memperoleh Bilyet Deposito sebagai bukti kepemilikan yang sah. Untuk perpanjangan otomatis (ARO), tidak diperlukan penerbitan bilyet baru. Nasabah cukup menentukan frekuensi perpanjangan saat pembukaan rekening.
Pembayaran bunga dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama dengan tanggal pembukaan deposito.
Dengan kombinasi keamanan instrumen deposito dan fleksibilitas pencairan tanpa penalti, Depati menjadi alternatif investasi yang relevan bagi masyarakat yang menginginkan keseimbangan antara imbal hasil dan kemudahan akses dana.
Sebagai bank pembangunan daerah yang berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi regional, Bank Sumsel Babel terus menghadirkan inovasi produk keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah, baik individu maupun pelaku usaha di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. (*/Andini Dwi Hasanah/E1)