SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pansus pembahas kinerja BUMD bentukan DPRD Jawa Timur (Jatim) terus melakukan pendalaman data secara intensif. Langkah ini diambil, sebelum memberikan rekomendasi akhir kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Pansus menargetkan proses penyusunan rekomendasi tersebut bisa rampung pada bulan Mei atau Juni mendatang. Saat ini, pendalaman terbaru dilakukan pada BUMD yang bergerak di sektor perbankan.
"Kami mendalami dan memaknai bagaimana kinerja mereka. Penajaman dilakukan agar rekomendasi nanti benar-benar tepat,” kata Ketua Pansus BUMD, dr Agung Mulyono dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Pansus BUMD sebelumnya dibentuk oleh DPRD Jatim pada 3 November 2025 lalu melalui rapat paripurna. Adapun pansus ini digagas guna mengukur kinerja seluruh BUMD milik Pemprov Jatim.
Tujuan utama pembentukan pansus ini, mencakup beberapa poin krusial demi kemajuan daerah. Berikut adalah rincian tujuannya:
Pansus ini beranggotakan perwakilan dari seluruh fraksi yang ada di DPRD Jatim.
Dokter Agung menekankan, bahwa pansus ingin memastikan seluruh BUMD memiliki arah yang seragam dalam membangun daerah.
Lantaran hal tersebut, tugas pansus tidak hanya mencari kekurangan. Mereka juga bertugas membangun pemahaman bersama mengenai karakter BUMD yang dibutuhkan Jawa Timur di masa depan.
"Ini semua untuk memastikan BUMD memberikan dividen yang sehat bagi provinsi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Dokter Agung yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Jawa Timur tersebut.
Lebih jauh, Dokter Agung memastikan bahwa pendalaman akan dilakukan pada seluruh BUMD tanpa terkecuali. Ia tak memungkiri bahwa pihaknya bisa memanggil ulang BUMD tertentu jika data yang terhimpun dinilai masih kurang.
Proses penajaman bakal terus dilakukan hingga pansus mendapatkan rumusan rekomendasi yang optimal. Hal ini nantinya akan dijadikan langkah strategis ke depan oleh Pemprov Jatim.