Rudal Israel Hantam Gedung SD di Iran, 57 Siswi Tewas, 60 Lainnya Luka-luka
Noval Andriansyah February 28, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Iran - Serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menghantam satu di antaran gedung sekolah dasar (SD) hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Dikabarkan, wilayah selatan Iran dihantam rudal militer Israel, tepatnya di gedung SD Shajareye Tayabeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Sebanyak 53 siswi dilaporkan tewas tertimbun reruntuhan beton dalam serangan yang menyasar fasilitas pendidikan putri tersebut.

Meski demikian, otoritas setempat mengonfirmasi tidak ada satu pun aktivitas maupun fasilitas militer di sekitar lokasi kejadian.

Laporan terbaru dari media internasional, termasuk Anadolu Agency dan IRNA, menyebutkan total korban gugur mencapai 57 siswi, sementara 60 lainnya luka-luka.

Baca juga: Balasan Rudal Iran ke Pangkalan Udara AS di Timur Tengah, Ada Korban Tewas

Mayoritas korban adalah anak-anak perempuan yang tengah memulai jam pelajaran saat ledakan dahsyat meruntuhkan struktur sekolah tersebut.

Puluhan Siswi Tertimbun Puing

Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat mencekam.

Hingga Sabtu sore waktu setempat, Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengungkapkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dipacu untuk mengevakuasi siswi yang terjepit.

"Setidaknya 53 siswi dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan sedang bekerja keras di lokasi untuk mengevakuasi para korban," ujar Radmehr dalam pernyataan resminya.

Meskipun duka mendalam menyelimuti kota, pemerintah setempat mengklaim situasi keamanan di Minab saat ini telah berada di bawah kendali otoritas keamanan.

Tak Ada Fasilitas Militer

Pemerintah Iran secara tegas mengutuk serangan ini sebagai tindakan kriminal yang sengaja membidik warga sipil.

Penyelidikan di lapangan menunjukkan bahwa Sekolah Shajareye Tayabeh merupakan fasilitas pendidikan murni.

Tidak ditemukan adanya instalasi militer, gudang senjata, maupun personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di area tersebut.

Para pengamat internasional menilai penargetan sekolah dasar yang tanpa perlindungan militer ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Konflik Terbuka: Agresi Gabungan dan Balasan Teheran

Insiden mematikan di sekolah Minab ini merupakan bagian dari gelombang agresi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap kedaulatan Iran sejak Sabtu dini hari.

Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu telah mengonfirmasi operasi militer tersebut dengan dalih demiliterisasi dan pencegahan program nuklir.

Menanggapi gugurnya puluhan siswi tersebut, Angkatan Bersenjata Iran langsung meluncurkan serangan balasan besar-besaran.

Teheran melaporkan telah menghujani wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di seluruh kawasan dengan gelombang rudal balistik serta pesawat tanpa awak (drone).

Desak DK PBB Bertindak dan Respons Indonesia

Melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta, Pemerintah Iran menyerukan kepada masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret.

Mereka menilai serangan ini melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB dan menegaskan hak bela diri berdasarkan Pasal 51.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan menjauhi objek-objek vital.

Kedutaan Iran di Jakarta juga menyerukan dukungan dari tokoh politik, organisasi keagamaan, dan media di Indonesia untuk mengecam serangan terhadap warga sipil tak bersalah ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.